- Iran menyerang tiga kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz menggunakan rudal, drone, dan kapal kecil.
- Presiden Donald Trump menyatakan seluruh serangan berhasil digagalkan tanpa menimbulkan kerusakan pada kapal perang Amerika Serikat tersebut.
- Insiden serangan tidak menghentikan perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung secara tertutup.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meremehkan serangan Iran terhadap tiga kapal perang Angkatan Laut AS di Selat Hormuz dengan menyebutnya hanya sebagai serangan ringan.
Serangan terjadi saat kapal perusak USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason melintasi Selat Hormuz.
Menurut Komando Pusat AS, ketiga kapal tersebut diserang menggunakan rudal, drone, dan kapal kecil milik Iran.
Trump mengklaim seluruh serangan berhasil digagalkan tanpa menimbulkan kerusakan pada kapal perang AS.
Trump bahkan menggambarkan kehancuran armada kecil Iran dengan gaya retorika yang dramatis.
“Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika berhasil melewati Selat Hormuz di bawah serangan,” tulis Trump di media sosial Truth Social.
“Rudal-rudal berhasil ditembak jatuh dengan mudah. Drone-drone dibakar di udara dan jatuh ke laut seperti kupu-kupu menuju kuburnya,” lanjutnya.
Meski terjadi serangan langsung terhadap kapal perang AS, Gedung Putih belum menganggap insiden itu sebagai pelanggaran resmi terhadap gencatan senjata yang berlaku selama satu bulan terakhir.
“Gencatan senjata tetap berjalan. Itu masih berlaku,” kata Trump dalam wawancara singkat dengan ABC News.
Baca Juga: Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
Namun sejumlah pengamat keamanan menilai Iran jelas memiliki niat menyerang personel militer Amerika. Mantan pejabat Pentagon, Alex Plitsas, menilai tindakan Iran sudah melanggar kesepakatan damai.
“Iran menembakkan drone, rudal, dan mengerahkan kapal kecil ke kapal perang AS dengan niat membunuh personel militer Amerika,” tulisnya di platform X.
Washington dan Teheran masih melanjutkan pembicaraan damai secara tertutup.
Negosiator kedua pihak disebut tengah membahas kerangka kesepakatan 14 poin yang dapat membuka jalan menuju perjanjian lebih luas terkait program nuklir Iran.
Amerika Serikat menawarkan pelonggaran sebagian sanksi dan pembukaan kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Sebagai gantinya, Iran diminta menghentikan pengayaan uranium.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan