Suara.com - Memasuki etape ke-8 Kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2015, Sabtu (10/10/2015) hanya 62 pebalap dari 19 tim yang tersisa. Jumlah tersebut menurun jauh jika dibandingkan saat start di Pantai Carocok Painan, Sabtu (3/10/2015) yang jumlahnya mencapai 135 pebalap dari 21 tim baik dari dalam dan luar negeri.
Ada beberapa penyebab yang pebalap tidak bisa melanjutkan perlombaan di antaranya adalah beratnya medan yang harus dilalui, kecelakaan, sakit hingga permasalah teknik di lapangan sehingga harus diambil oleh tim Broom Wagon.
Melihat karakter lintasan etape delapan yaitu lintasan datar dari diakhiri dengan tanjakan yang tinggi, peluang pebalap untuk tidak finis sangat besar. Apalagi tanjakan yang akan dilalui adalah ikon Tour de Singkarak yaitu Kelok 44 dan Embun Tanai yang posisinya tidak jauh dari garis finis di Puncak Lawang, Agam.
Kondisi ini jelas akan digunakan pebalap untuk bermain aman terutama bagi yang memegang posisi pemuncak klasemen umum (yellow jersey) yaitu Arvin Moazemi Goudarzi, raja tanjakan (Polkadot jersey) yaitu Arvin Moazemi Goudarzi, raja sprint (green jersey) yaitu Hossein Askari dan orange jersey (ASEAN tercepat) serta pebalap Indonesia tercepat (red white jersey) yang dipegang Dadi Suryadi.
"Saya akan bermain aman saja dengan terus berada di rombongan depan. Semoga kerja sama tim bisa maksimal pada etape ini," kata pebalap Pegasus Continental Cycling Team Dadi Suryadi saat dikonfirmasi sebelumnya.
Berikut klasemen sementara Tour de Singkarak 2015 hingga etape tujuh :
Klasemen umum (yellow jersey)
1. Arvin Moazemi Goudarzi Pishgaman Giant Team 23:22:37
2. Amir Zargari Pishgaman Giant Team 23:24:19
3. Hossein Askari Pishgaman Giant Team 23:25:39
4. Amir Kolahdozhagh Tabriz Petrochemical Team 23:27:26
5. Jai Crawford Kinan Cycling Team 23:27:32
6. Ramin Mehrabani Azar Pishgaman Giant Team 23:27:35
7. Ahad Kazemi Sarai Tabriz Petrochemical Team 23:27:36
8. Ghader Mizbani Tabriz Petrochemical Team 23:27:42
9. Sho Hatsuyama Birdgeston Anchor Cycling Team 23:31:13
10. Ricardo Garcia Ambroa Kinan Cycling Team 23:31:15
Raja sprint (green jersey)
1. Hossein Askari Pishgaman Giant Team 14 poin
2. Arvin Moazemi Goudarzi Pishgaman Giant Team 13 poin
3. Thomas Rabou Attaque Team Gusto 11 poin
Raja tanjakan (Polkadot jersey)
1. Arvin Moazemi Goudarzi Pishgaman Giant Team 77 poin
2. Ahad Kazemi Sarai Tabriz Petrochemical Team 52 poin
3. Amir Kolahdozhagh Tabriz Petrochemical Team 26 poin
Pebalap ASEAN tercepat (orange jersey)
1. Dadi Suryadi Pagasus Continental Cycling Team 23:26:10
2. Marcelo Felipe 7 Eleven 23:41:06
3. Nandra Eko Wahyudi BRCC 23:47:26
Pebalap Indonesia tercepat (red white jersey)
1. Dadi Suryadi Pegasus Continental Cycling Team 23:26:10
2. Nandra Eko Wahyudi BRCC 23:47:26
3. Jepri Irawan Custom Cycling Team 23:58:31. (Antara)
Berita Terkait
-
Kisah Haru Bocah Miskin Asal Kamboja, Juara Balap Sepeda Gunung Tanpa Alas Kaki
-
Perebutkan Poin UCI, Tour de Bintan 2026 Jadi Pemanasan Atlet Nasional ke Asian Games Nagoya
-
Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores
-
Jelang GFNY Belitung 2026, Komunitas Roadbike Jakarta Gelar Group Ride 40 Km
-
Group Ride Roadbike di Belitung Jadi Pemanasan Menuju Ajang Balap Sepeda Dunia GFNY 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Atlet Open Donasi Demi Harumkan Indonesia, Publik Bongkar Anggaran Sewa Mobil Rp2,4 M di Kemenpora
-
BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan untuk Diaspora Indonesia
-
Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional
-
Arema FC Pinjam Mauro Zijlstra dari Persija, Lini Serang Makin Tajam?
-
BRImo Taiwan Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital untuk PMI
-
Pemkab Bogor Siapkan Pusat Ekonomi Baru di Sisi Barat dan Timur, Buka Lapangan Kerja
-
Ketika Satu Pabrik Tutup, yang Runtuh Bukan Hanya Lapangan Kerja
-
Sumatra Dikepung 2.894 Hotspot! Prabowo Turun ke Riau Pimpin Penanganan Karhutla
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI
-
Mengapa Nasi Cepat Kering di Bagian Atas Rice Cooker? Ini Penyebab dan Solusinya