Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan PAN akan menolak usulan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK jika semangatnya ingin melemahkan KPK.
"Saya mendapat laporan dalam draft RUU KPK ada berapa usulan yang dapat melemahkan KPK, seperti usulan keberadaan KPK hanya 12 tahun ke depan," katanya di sela kunjungan kerja ke Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (10/10/2015).
Namun, kata Zulkifli, kalau usulannya untuk menguatkan kewenangan KPK, maka PAN bisa menyetujuinya.
Oleh karena itu, kata dia, PAN sampai saat ini belum menentukan sikapnya terhadap revisi UU KPK, tapi masih akan mempelajari perkembangannya.
Sementara itu, mantan Sekretaris Jenderal DPP PAN Taufik Kurniawan mengatakan Fraksi PAN di DPR RI belum menentukan sikap terhadap usulan revisi UU KPK.
Menurut Taufik, FPAN masih akan mempelajari prosesnya dan perkembangan di di Badan Legislatif.
"PAN tidak bisa langsung menyatakan menolak atau menerima, tanpa pertimbangan yang komprehensif," kata Wakil Ketua DPR ini.
Revisi UU KPK diusulkan oleh Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat