Suara.com - Badan Anggaran DPR menyetujui pagu anggaran empat kementerian koordinator dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Jumlahnya mencapai triliunan.
Total pagu anggaran untuk empat kementerian koordinator yang diputuskan dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua Badan Anggaran Djoko Ujianto di Jakarta, Selasa (13/10/2015). Jumlahnya mencapai Rp1,64 triliun.
Rinciannya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rp361,6 miliar, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Rp487,4 miliar, Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Rp292,7 miliar serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rp500 miliar.
Dari empat kementerian koordinator tersebut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tidak mendapatkan tambahan dana sehingga pagunya masih sesuai dengan rencana awal RAPBN 2016.
Namun, Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan mendapatkan tambahan Rp100 miliar dari pagu awal Rp192,7 miliar dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya mendapatkan tambahan Rp250 miliar dari pagu awal Rp250 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli memberikan apresiasi atas persetujuan rapat kerja Badan Anggaran. Karena dana tersebut akan bermanfaat tidak hanya untuk mendorong fungsi koordinasi antar institusi namun juga pengendalian program kerja.
"Pengendalian itu untuk merumuskan strategi koordinasi dan kebijakan dengan melihat apa yang terjadi di lapangan, serta memonitor untuk perbaikan kebijakan maupun implementasinya. Kami berterimakasih, karena ini penting, supaya fungsi menko tidak hanya koordinasi, tapi juga supervisi dan pengendalian," kata Rizal.
Meskipun memberikan persetujuan, namun sejumlah anggota DPR peserta rapat sempat mengusulkan penundaan pagu anggaran untuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan karena ketidakhadiran menteri yang bersangkutan. (antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser