- Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari yang resmi dimulai pada Kamis, 16 April 2026.
- Kedua negara meminta Amerika Serikat memfasilitasi negosiasi lanjutan untuk menyelesaikan berbagai isu serta mencapai perdamaian jangka panjang.
- Gencatan senjata dapat diperpanjang jika Israel dan Lebanon menunjukkan kemajuan negosiasi serta komitmen menjaga kedaulatan wilayah masing-masing.
Suara.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berpotensi diperpanjang, selama kedua pihak mencapai kesepakatan dan menunjukkan kemajuan dalam proses negosiasi.
"Periode awal ini dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama antara Lebanon dan Israel jika ada kemajuan dalam negosiasi dan jika Lebanon secara efektif menunjukkan kemampuannya untuk menegaskan kedaulatannya," kata Departemen Luar Negeri dalam pernyataan resmi, Kamis.
Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa Israel dan Lebanon telah meminta Amerika Serikat untuk memfasilitasi pembicaraan langsung lanjutan guna menyelesaikan berbagai isu yang masih tertunda.
“Israel akan mempertahankan haknya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna membela diri, kapan pun, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung. Hak ini tidak akan terhalang oleh penghentian permusuhan," menurut pernyataan tersebut, dilansir dari Sputnik.
Di sisi lain, Israel juga menegaskan komitmennya untuk tidak melancarkan serangan militer terhadap target di Lebanon, baik sipil maupun militer, melalui darat, udara, maupun laut selama masa gencatan senjata berlangsung.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku Kamis (16/4/2026) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4/2026) pukul 04.00 WIB.
Trump juga menyampaikan rencananya untuk mengundang kedua pemimpin tersebut ke Washington guna melanjutkan pembicaraan yang lebih konstruktif demi mencapai perdamaian jangka panjang.
(Antara)
Baca Juga: Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
Berita Terkait
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya
-
PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
-
PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel
-
PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar
-
Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
-
Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum
-
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
-
Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat