Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai klub sepakbola Persija Jakarta minim prestasi, tetapi utangnya mencapai Rp20 miliar. Itu sebabnya, Ahok mewacanakan untuk membangun klub sepakbola baru. Bahkan, Gubernur Jakarta sudah memikirkan nama kesebelasan.
"Saya sempet pikir mau beli klub yang lebih bawah klasemennya, biar lama nggak apa-apa, misalnya nanti kita ubah nama jadi Jakmania FC kan keren, kan," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/10/2015).
Namun, Ahok menyadari membuat tim baru dan berada di divisi bawah, akan sulit naik ke divisi berikutnya karena bakal dihambat Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.
Sebab, kata Ahok, hubungan antara induk organisasi sepakbola Tanah Air itu dan pemerintah sedang tidak harmonis.
"Tapi untuk naiknya, ngubahnya mesti lapor PSSI. PSSI lagi kurang happy sama Menpora dan sama pemerintah. Nah saya nggak tahu itu, bikin klub baru juga ada masalah di PSSI atau nggak," kata Ahok.
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Skenario Evakuasi 15 WNI di Iran: Rute Jalur Darat 10 Jam ke Azerbaijan
-
BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan JKN Sudah Sesuai Prinsip Syariah
-
Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi
-
Menlu Sugiono Jawab Desakan Publik Agar Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
Prabowo Jadi Mediator? RI Mulai Jalin Komunikasi Rahasia dengan Iran dan Amerika Serikat
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi AS, Indonesia Tetap Tawarkan Diri Jadi Mediator
-
Junaedi Saibih Divonis Bebas dalam Kasus Suap Vonis Korupsi Ekspor CPO
-
Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya
-
Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya