Suara.com - Pemimpin-pemimpin Uni Eropa dan Balkan menggelar pertemuan darurat tentang krisis pengungsi Eropa pada Minggu (25/10/2015), di tengah ancaman tiga negara garis depan yang akan menutup perbatasan mereka jika negara-negara Uni Eropa utara berhenti menerima pendatang.
Pertemuan skala kecil yang diadakan oleh ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, sebuah kelompok yang beranggotakan sepuluh kepala negara Uni Eropa, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel, ditambah pemimpin Albania, Serbia dan Macedonia.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Bulgaria, Rumania, dan Serbia pada Sabtu kemarin, memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan negara mereka menjadi zona penyangga untuk gelombang puluhan ribu pendatang ke Eropa.
"Ketiga negara... siap jika Jerman, Austria dan negara-negara lain menutup perbatasan mereka. Kami siap menutup perbatasan kami tepat saat hal itu terjadi," kata Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov usai pertemuan dengan tiga pemimpin Balkan di Sofia.
Beberapa bulan terakhir, negara non-anggota Uni Eropa Serbia telah dibanjiri oleh pendatang dalam perjalanan mereka dari Yunani dan Macedonia ke Eropa utara. Sedangkan Bulgaria dan Rumania tidak terlalu terpengaruh oleh gelombang pendatang.
Pihak Juncker menyatakan, pertemuan skala kecil diperlukan untuk mendorong kerja sama yang lebih besar dalam kondisi darurat yang berkembang.
Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan oleh koran Jerman, Bild, Juncker mendesak semua negara untuk berhenti melimpahkan para pendatang ke negara-negara tetangga dalam kondisi kacau seperti saat ini.
Semua negara harus berhati-hati dalam menegakkan prosedur dan ketertiban, kata dia.
"Komisi Eropa mengharapkan setiap pihak mematuhi aturan permainan jika tidak ingin menempatkan Schengen dalam risiko," kata Juncker mengacu pada zona perbatasan bebas Eropa.
Uni Eropa mencatat lebih dari 47,5 ribu orang memasuki Slovenia minggu lalu, sedangkan negara tersebut hanya memiliki dua juta penduduk dan 48 ribu orang memasuki Yunani yang hanya memiliki 11 juta penduduk.
Menjelang musim dingin, Amnesti Internasional pada Sabtu memperingatkan tentang bencana kemanusiaan yang mungkin timbul jika para pendatang masih terdampar di perbatasan.
"Setiap hari dihitung. Tanpa sebuah tindakan, kita akan segera menyaksikan keluarga-keluarga mati celaka di sungai-sungai dingin Balkan," ujar Juncker pada koran Bild.
Slovenia sendiri sedang mencari bantuan setelah menjadi pintu masuk utama ke zona Schengen karena Hongaria menutup perbatasan selatan mereka dengan pagar kawat berduri. (AFP/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS