Suara.com - Presiden RI Joko Widodo mendapatkan pertanyaan soal sikap pemerintahnya terhadap Cina yang merupakan negara relatif sangat berpengaruh di Asia meski kerap kali menciptakan friksi dengan negara tetangganya.
Moderator Dr. Ricard Bush di Washington, D.C., Selasa siang, menanyakan tentang Cina dalam sesi diskusi singkat dengan Presiden Jokowi setelah policy speech di Brookings Institution Washington D.C.
Menurut dia, Cina merupakan negara besar yang berpengaruh di kawasan Asia, tetapi sering menciptakan friksi dengan negara tetangganya.
BACA JUGA:
Anak Kandung Imam Samudra Masih Punya Jaringan
Bush ingin mengetahui respons Presiden Jokowi terkait dengan hal itu, termasuk sikap Indonesia dalam menghadapi Cina.
Presiden Jokowi merespons hal itu dengan sikap yang santai.
Ia beberapa kali menyampaikan gurauan yang mengundang tawa hadirin.
"Kami melihat Tiongkok sebagai mitra penting bagi Indonesia dan kami perlu untuk memperkuat kerja sama dengan Tiongkok karena kami mengekspor berbagai komoditas ke Tiongkok," katanya seperti dikutip Antara.
Namun, Jokowi juga menekankan bahwa Indonesia melihat negara lain, seperti halnya Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan Timur Tengah, sebagai mitra yang penting bagi Indonesia.
"Tentang Laut Tiongkok Selatan saya sudah sebutkan dalam pidato saya bahwa Indonesia bukan bagian dari konflik," katanya.
Namun, Indonesia merasa perlu untuk turut serta menciptakan perdamaian dan stabilitas keamanan di sekitar wilayah tersebut.
Indonesia mengimbau semua pihak menahan diri dari tindakan-tindakan yang mengikis rasa saling percaya antarpihak.
"Kita ingin negara-negara ASEAN dan Tiongkok untuk mulai berdikusi tentang konten Code of Conduct atau CoC. Indonesia ingin memainkan peran aktif dalam isu ini," katanya.
Policy Speech Jokowi mendapatkan sambutan yang antusias. Pada kesempatan itu, dia mengelaborasi tentang berbagai hal, termasuk paket kebijakan pemerintahnya yang baru saja diluncurkan hingga lima paket, posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia yang toleran dan moderat, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar, hingga kerja sama dengan AS.
"Tanpa demokrasi tidak akan ada Presiden Jokowi," katanya yang mendapat aplaus dari hadirin.
"Anda boleh twit," katanya yang disambut dengan tawa hadirin.
Jokowi terbilang menarik dalam menyampaikan pidatonya. Ketika mendapatkan pertanyaan soal Public Private Partnership, Jokowi mendelegasikan Menteri Perdagangan Thomas Lembong agar menjawabnya.
Ia juga mendelegasikan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi untuk menjawab pertanyaan yang lain.
Moderator Bush menyatakan terkesan dengan cara Jokowi mendelegasikan tugas kepada para menterinya. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Misteri Tewasnya Tentara Rusia Pertama di Suriah
Dicecar soal Perceraiannya, Dominique Minta Wartawan Sabar
Ini Sarapan Para Pebisnis Sukses di Dunia
Tag
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral