Suara.com - Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian mengatakan kalau bom yang meledak di Mal Alam Sutera, Rabu kemarin (28/10/2015), mirip yang digunakan dengan teror bom sepatu pada 2002 dan teror bom bus di London pada 2005 lalu.
Teror bom di London sendiri mengakibatkan 56 orang tewas. Bom itu adalah serangkaian pengeboman yang berlangsung di jaringan transportasi umum di London, pada pagi hari saat jam-jam padat. Tercatat sekitar empat ledakan terjadi di tiga jalur kereta api bawah tanah dan sebuah bus di pusat kota London.
Sedangkan bom di Alam Sutera menggunakan semacam cairan yang disebut dengan Tri Acetone Tri Peroxide (TATP) dengan kekuatan daya ledak tinggi.
“TATP itu mirip tinner cat,” kata Tito Karnavian saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis siang (29/10/2015).
Dia juga mengatakan kalau cairan TATP bisa mempunyai dampak sangat besar jika bahan yang digunakan semakin banyak.
Khsusus di Alam Sutera hanya digunakan sekitar 10 gram dan bisa menghancurkan toilet di lantai dasar Mal Alam Sutera.
“Dan TATP mudah meledak cukup dengan panas dan gesekan,” terang Tito lagi.
Seperti diberitakan, sebuah ledakan terjadi di lantai dasar Mal Alam Sutera sekitar pukul 12.05 WIB, Rabu kemarin (28/10/2015).
Dalam ledakan itu seorang pegawai kantin mal terluka.
Kepolisian juga sudah berhasil membekuk tersangka berinisial LO tak jauh dari lokasi ledakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!