Suara.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) DKI Jakarta Priyono mengatakan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI tahun 2016 dipastikan akan naik menjadi Rp3.100.000.
Hal itu diputuskan setelah Dewan Pengupahan Provinsi DKI yang terdiri dari pekerja, pengusaha dan pemerintah menggelar sidang penetapan UMP DKI tahun tahun 2016.
"Memperhatikan usulan tersebut pihak pemerintah juga mempunyai usulan besaran UMP DKI 2016 Rp3.100.000," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (29/10/2015) malam.
Priyono menjelaskan, hitungan pengupahan UMP DKI tahun 2016 itu menggunakan formula Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 yang menggunakan UMP tahun berjalan ditambah inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selanjutnya, imbuh Priyono, hasil dari sidang penetapan UMP DKI tahun 2016 akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk dilakukan pengesahan pada Jumat (30/10/2015).
"Telah disepakati besaran nilai UMP DKI Jakarta tahun 2016 (sebesar Rp3.100.000) tentunya kita rekomendasikan kepada Gubernur untuk dilakukan penetapan," jelas Priyono.
Adapaun dalam sidang yang diusulkan pengusha untuk UMP DKI tahun 2016 sebesar Rp3.010.500 sedangkan dari pihak pekrja mengajukan angka Rp3.133.740.
"Dengan demikian unsur pekerja dan pengusaha dapat menerima besaran UMP DKI Rp3.100.000," kata Priyono.
Dikesempatan yang sama, M. Toha perwakilan buruh asal DKI Jakarta akan berusaha untuk menerima hasil sidang penetapan UMP DKI tahun 2016 ini. Ia juga tidak akan melakukan penolakan atas hasil tersebut.
"Dalam pengalaman tahun kemarin sebelumnya kalau kita ngotot terus pada keinginan kita maka kita khawatir akan diputuskan pemerintah dengan kondisi jauh lebih buruk," ujarnya.
"Pengalaman sudah seperti tahun 2014 kita diputuskan Rp2.400.000 pada waktu itu harapan buruh Jabodetabek UMP mencapai di kepala tiga ternayata jasil keputusannya tidak baik," kata Toha.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Profil Leopard, Si Pengebom Mal Alam Sutera
Netizen Merasa Tertipu oleh Kisah Indra Bruggman dan Soraya
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak
-
Dari Masa ke Masa UMP DKI Jakarta Dalam 9 Tahun Terakhir
-
UMP DKI 2026 Ditetapkan Rp5,7 Juta, Pramono Ungkap Formula Baru Era Prabowo
-
Kepgub Heru Budi: Perusahaan Harus Berikan Upah di Atas Rp 5,06 Juta ke Pekerja di Atas Satu Tahun
-
Tolak Besaran Kenaikan UMP DKI Jakarta, Said Iqbal Marah ke Gubernur: Otakmu di Mana?!
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Modus 'Fatherless', Kepala Sekolah SMK Pamulang Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswi
-
Projo Bicara Soal Kesehatan Jokowi, PSI Langsung Buka Suara
-
Ternyata Bukan Kali Pertama WNA Jadi Sasaran Jambret di Bundaran HI
-
Tak Punya Utang, Total Harta Kekayaan Wapres Gibran di LHKPN Tembus Rp27,9 Miliar
-
Laporan UNICEF: Satu Anak Palestina Meninggal Tiap Pekan, 85 Persen Ulah Israel
-
PSI Siap Kawal Jokowi Safari ke Penjuru Nusantara, Bestari Barus: Sudah Agenda Sejak Awal
-
Nasib Anggota DPRD Jember yang Kepergok Main Game Saat Rapat Akan Diputuskan Hari Ini
-
Hujan Lebat Disertai Petir Intai Langit Jabodetabek Hari Ini
-
Bestari Barus Tegaskan Jokowi Bagian dari PSI: Akan Turun ke Masyarakat pada Saatnya
-
Tegakkan Kedaulatan Digital, Polri Ringkus 321 WNA Mafia Judol Lintas Negara