Suara.com - Aparat Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah menangkap tersangka pemalsuan materai berinisial RR. Polisi menangkap RR di Jalan Kalibaru Barat, Senen, Jakarta Pusat.
"Kami under cover buy kita dapat TKP di Kalibaru Barat, Senen. Tersangka kami tahan dan proses," kata Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Agung Marlianto kepada wartawan, Rabu (4/11/2015).
Menurutnya pengakuan tersangka pemalsuan materai ini telah dilakukan selama hampir tiga bulan. Adapun jumlah materai yang telah distribusikan tersangka sudah berjumlah 10 ribu lembar.
"Menurut pengakuan inisial RR telah mendistribusikan sebanyak 10 ribu lembar, itu ada 50 pieces sudah didistribusikan 10 ribu," katanya.
Namun, dalam pembuatan materai palsu ini. RR mendapatkan pasokan bahan dari tersangka RO yang saat ini masih buron. RO yang memfasiltasikan pendistubusian materai palsu berupa plat alumunium dan kertas untuk dicetak menjadi materai palsu.
"RR dapat pemesanan dari RO, jadi bahan berupa kertas, plat alumunium dikasih ke RR untuk didistribusikan," katanya.
Menurut Agung, materai palsu ini didistibusikan olah tersangka ke sejumlah toko di wilayah Jakarta. Tersangka, kata Agung menjual materai palsu ini lebih murah ketimbang harga materai asli Rp6 ribu.
"Biasanya itu didistibusikan di toko-toko klontong," katanya.
Lebih lanjut, Agung mengatakan dalam kasus ini kerugian negara ditaksir mencapai miliaran rupiah. "Total kerugian negara kira-kira mencapai Rp3 miliar rupiah," katanya.
Dari tangan tersangka, polisi telah menyita 245 lembar materai Rp6 ribu palsu isi 50 pcs, satu buah mesin cetak, 12 lembar plat almunium cetakan materai dan dua buat handphone merek Evercross dan Blackberry.
Atas perbuatannya, RR dikenakan pasal 253 ayat (1) KUHP dan pasal 257 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal tujuh tahun penjara.
Berita Terkait
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar
-
Nadiem Makarim Akui Tak Paham Birokrasi Usai Terseret Kasus Korupsi
-
Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah