Suara.com - Setelah berlangsung pertemuan di kantor Kepolisian Sektor Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (4/11/2015) siang, akhirnya warga, ormas, dan LSM bersedia menghentikan aksi penghadangan truk pengangkut sampah dari Jakarta.
"Besok sudah aman insya Allah, sudah ada kesepakatan yang harus dilaksanakan Pemerintah Jakarta dan pemerintah Bogor," kata Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Rommy Sikumbang kepada Suara.com.
Salah satu kesepakatannya ialah truk pengangkut sampah dari Jakarta hanya boleh lewat Cileungsi jam 21.00 WIB sampai 05.00 WIB. Dengan demikian, gangguan yang diterima warga tidak terlalu banyak, terutama bau busuk sampah dari truk.
Rommy berharap pemerintah menaati kesepakatan tersebut. Kalau dilanggar lagi, warga akan kembali menghadang truk sampah dari Jakarta.
"Mereka kan sudah sampaikan di depan warga. Mereka harus melaksanakan kesepaktan," katanya.
Pertemuan tadi berlangsung sekitar tiga jam di ruangan Kapolsek Cileungsi Komisaris Polisi Mujianto. Pertemuan dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dinas Kebersihan Kabupaten Bogor, Polres Kabupaten Bogor, dan perwakilan Polda Metro Jaya.
Aksi penghadangan truk sampah yang dilakukan warga didukung ormas serta LSM terjadi sejak Senin (2/11/2015) hingga siang tadi. Mereka beralasan sudah tak kuat dengan aroma busuk yang keluar dari truk sampah yang lewat di daerah Cileungsi.
Dampak aksi penghadangan truk sampah yang dilakukan warga, sebagian supir truk takut mengirim sampah ke Bantargebang pada pagi hari hingga siang hari. Akibatnya, terjadi keterlambatan pembuangan sampah dan mengakibatkan penumpukan sampah di berbagai tempat di Ibu Kota dalam dua hari terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan