Suara.com - Pembalap MotoGP dari tim Yamaha, Jorge Lorenzo, dalam sebuah jumpa pers jelang balapan terakhir yang menentukan di Valencia, Spanyol, meminta maaf kepada para penggemar MotoGP dunia atas ulahnya di Sepang, yang menyudutkan rekan setimnya, Valentino Rossi.
Lorenzo dan Rossi akan bertarung untuk merebut gelar juara dunia di Valencia, Minggu (8/11/2015). Lorenzo tertinggal tujuh poin di belakang Rossi di klasemen sementara, tetapi ia unggul jauh karena Rossi dihukum start paling belakang di Valencia karena dianggap bersalah dalam insiden senggolan dengan pembalap Honda, Marc Marquez di GP Sepang, Malaysia, dua pekan lalu.
Di Sepang, saat Rossi menerima piala sebagai juara ketiga di podium, Lorenzo yang finish kedua sempat menunjukkan jempol ke arah bawah - sebuah bentuk penghinaan terhadap juara dunia sembilan kali asal Italia itu. Seusai balapan Lorenzo juga sempat mengecam Rossi, yang dituding telah menendang Marquez, rekan senegara Lorenzo.
"Saya ingin mengatakan bahwa gesture yang saya buat di podium, saya menyesalinya dan saya ingin minta maaf untuk itu dan terutama untuk semua orang yang menyaksikannya di televisi," kata Lorenzo dalam jumpa pers, Kamis (5/11/2015).
"Itu bukan simbol olahraga, terutama bagi anak muda yang menyaksikan MotoGP di seluruh dunia. Jadi, saya minta maaf untuk itu. Itu saja yang ingin saya katakan. Saya ingin berkonsentrasi untuk balapan akhir pekan ini," tutup dia. (Crash.net)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Valentino Rossi: Saya Menyesal
Isyana Sarasvati: Aku Suka Cowok Cantik
Belum Lulus, Anak SMA Ciptakan Rumus Kunci Misteri Alam Semesta
Studi: Lelaki Harus Tidur Bugil Kalau Mau Spermanya Berkualitas
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Bukan Keracunan MBG! BGN Ungkap Fakta Medis Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara
-
Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan
-
Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil
-
Cara Pramono Kikis Jurang Kaya-Miskin di Jakarta: Genjot Beasiswa Luar Negeri dan Pendidikan Tinggi
-
Tepis Rumor Jurnalis Israel, Qatar Tegaskan Tak Ikut Serang Iran: Kami Hanya Membela Diri
-
Polri Pastikan Isu 30 Kilogram Sabu Meleleh Akibat Cuaca Panas Adalah Hoaks
-
Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak
-
Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama
-
Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?