Suara.com - Pengamat sosial dan kesehatan dari Mitra Sehati, Hazami, mendukung rencana Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mewajibkan warga tes HIV.
"Setuju, ini untuk meminimalisir penyebaran HIV dengan mengetahui secara dini HIV di tengah masyarakat," kata Hazami kepada Suara.com, Rabu (11/11/2015).
Hazami mengatakan selama ini masyarakat ketakutan ikut tes. Padahal, menurut Hazami, ketakutan mereka tidak beralasan.
"(Kebijakan Ahok) ini bisa jadi barometer bagi daerah lain," katanya.
Hazami menggambarkan fenomena HIV seperti gunung es. Apabila terdeteksi satu orang kena HIV, berarti ada 100 orang yang belum terdeteksi.
"Ini harus dicermati. Jadi, sekali lagi, saya mendukung kalau Pak Ahok lakukan ini agar diketahui besaran kasus HIV/AIDS yang dialami masyarakat di Jakarta," kata dia.
Namun yang perlu menjadi perhatian pemerintah setelah penerapan aturan tersebut ialah langkah nyata berikutnya. Langkah pertama, harus ada layanan khusus kesehatan untuk tes HIV yang mudah dijangkau masyarakat.
Kedua, ada kebijakan anggaran pemerintah untuk mendukung program.
"Karena selama ini, seperti di daerah-daerah, anggarannya dari bantuan negara donor," katanya.
Langkah ketiga, harus ada pendekatan ke daerah-daerah yang disinyalir banyak terjadi penyebaran HIV.
"Harus ada pendekatan ke sana. Kalau tidak, akan jalan kemana-mana dan menularkan lagi," kata dia.
Ketiga langkah tersebut juga harus dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat yang potensial menularkan HIV.
Hazami mengungkapkan selama ini masyarakat enggan memeriksakan kesehatan karena, pertama, stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terjangkit HIV masih kuat, kedua masih mahalnya biaya untuk tes maupun pengobatan HIV, ketiga akses ke tempat pemeriksaan terlalu jauh.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger