News / Metropolitan
Rabu, 11 November 2015 | 13:58 WIB
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan pebalap GP2 Series Rio Haryanto [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Pengamat sosial dan kesehatan dari Mitra Sehati, Hazami, mendukung rencana Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mewajibkan warga tes HIV.

"Setuju, ini untuk meminimalisir penyebaran HIV dengan mengetahui secara dini HIV di tengah masyarakat," kata Hazami kepada Suara.com, Rabu (11/11/2015).

Hazami mengatakan selama ini masyarakat ketakutan ikut tes. Padahal, menurut Hazami, ketakutan mereka tidak beralasan.

"(Kebijakan Ahok) ini bisa jadi barometer bagi daerah lain," katanya.

Hazami menggambarkan fenomena HIV seperti gunung es. Apabila terdeteksi satu orang kena HIV, berarti ada 100 orang yang belum terdeteksi.

"Ini harus dicermati. Jadi, sekali lagi, saya mendukung kalau Pak Ahok lakukan ini agar diketahui besaran kasus HIV/AIDS yang dialami masyarakat di Jakarta," kata dia.

Namun yang perlu menjadi perhatian pemerintah setelah penerapan aturan tersebut ialah langkah nyata berikutnya. Langkah pertama, harus ada layanan khusus kesehatan untuk tes HIV yang mudah dijangkau masyarakat.

Kedua, ada kebijakan anggaran pemerintah untuk mendukung program.

"Karena selama ini, seperti di daerah-daerah, anggarannya dari bantuan negara donor," katanya.

Langkah ketiga, harus ada pendekatan ke daerah-daerah yang disinyalir banyak terjadi penyebaran HIV.

"Harus ada pendekatan ke sana. Kalau tidak, akan jalan kemana-mana dan menularkan lagi," kata dia.

Ketiga langkah tersebut juga harus dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat yang potensial menularkan HIV.

Hazami mengungkapkan selama ini masyarakat enggan memeriksakan kesehatan karena, pertama, stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terjangkit HIV masih kuat, kedua masih mahalnya biaya untuk tes maupun pengobatan HIV, ketiga akses ke tempat pemeriksaan terlalu jauh.

Load More