Suara.com - Para penambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru secara diam-diam membuka banyak kolam rendaman cadangan untuk memisahkan emas dari batu dan tanah untuk mengantisipasi penutupan penambangan akibat pencemaran lingkungan.
"Belakangan ini aktivitas penambang mengangkut material batu dan tanah mengandung butiran emas hingga larut malam dan membangun kolam-kolam rendaman baru yang jauh dari Gunung Botak," kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Indonesia Kabupaten Buru, Putra Baman, yang dihubungi dari Ambon, Jumat (13/11/2015).
Menurut dia, pengangkutan material dengan memakai ratusan mobil menuju kolam rendaman cadangan selama sepekan terakhir ini meningkat terkait rencana pemerintah dan TNI/Polri melakukan penyisiran dan penutupan aktivitas tambang ilegal terutama di Kecamatan Waelata dan Kecamatan Waepo.
Para penambang itu melakukan berbagai persiapan dengan menggali kolam rendaman baru yang jumlahnya sudah mencapai ribuan.
Putra menyatakan, operasi penertiban bisa membawa hasil maksimal jika dilakukan penyisiran sepanjang tiga kilo meter ke arah timur Gunung Botak dan sekitar tujuh hingga delapan kilo meter ke arah barat dari lokasi penggalian material.
Sebab, kata dia, kolam-kolam rendaman material mengandung butiran emas dengan sianida dibuka para penambang di lokasi-lokasi tersebut guna menghindari tindakan tegas aparat.
"Sekarang ini limbah mercuri bukan saja mematikan buaya dan siput serta ribuan hektare tanaman sagu, tetapi ternak sapi milik warga pada sejumlah desa di pesisir teluk Kaiely juga ditemukan mati, dan ada pemilik ternak yang menuntut ganti rugi dari sejumlah penambang," katanya.
Putera Baman juga minta pemerintah menertibkan para pemilik lahan yang mengizinkan penambang ilegal melakukan aktivitas, menangkap setiap oknum yang melakukan pemungutan liar terhadap para penambang dengan janji operasi tambang ilegal tetap berjalan, serta meringkus para pelaku yang memasok serta menjual sianida di Kabupaten Buru.
"Bila berbagai komponen ini diamankan pihak berwajib, maka aktivitas penambangan ilegal bisa ditekan, mengingat dampak kerusakan lingkungan dan bahaya pencemaran akibat penggunanan bahan kimia terhadap kesehatan warga Pulau Buru maupun tumbuhan dan hewan sudah terlihat," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU
-
Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak
-
Komisi XIII Kawal Keadilan HAM Nenek Saudah, Tekankan Penertiban Terhadap Pertambangan Ilegal
-
ESDM Temukan 5.000 Ton Batu Bara di Sungai Mahakam, Diduga dari Pertambangan Ilegal
-
Prabowo Kumpulkan Jajaran di Hambalang, Bahas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan Ilegal
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama