Suara.com - Badan Reserse Kriminal Polri periksa Direktur Tekni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Ferialdy Noerlan (FN), Senin (23/11/2015). FN diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane.
"FN diperiksa sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Diektur Teknik Pelindo II," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Agung Setya saat dihubungi Senin siang.
Penyidik saat ini tengah memintai keterangan FN atas perannya terkait penyelewengan pengadaan crane di perusahaan BUMN tersebut. Agung berharap FN menjelaskan semua permasalahan itu secara gamblang tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Sebagai tersangka dia dapat menperberat atau meringankan dirinya sendiri. Sikap menyembunyikan fakta dan berbelit-belit ujungnya juga akan merugikan dirinya atau bahkan pihak lain," ujarnya.
Dia menambahkan, tak menutup kemungkinan usai diperiksa FN akan ditahan. FN dapat ditahan bila tidak kooperatif dalam pemeriksaan.
"Kami telah memiliki setidaknya dua alat bukti yang sah," jelasnya.
Polisi menilai ada kejanggalan dalam pengadaan 10 unit mobile crane pada tahun 2012 dengan nilai berkisar Rp 45 miliar tersebut. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus menemukan proses pengadaan mobile crane diduga menyalahi prosedur karena proyek ini dengan penunjukan langsung tanpa lelang tender.
Pelindo juga diduga tidak menggunakan analisa kebutuhan barang hingga mengakibatkan 10 mobile crane yang diterima sejak 2013 mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok.
Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa puluhan saksi. Bareskrim juga telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan untuk mengetahui kerugian negara.
Sebelumnya, Bareskrim telah menggeledah kantor Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dua bulan lalu untuk mencari bukti pendukung seperti dokumen terkait pengadaan mobile crane. Salah satu ruang yang digeledah adalah ruangan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Radiasi Nuklir Bushehr Iran Mengancam Ibu Kota Negara-negara Arab
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara