- Pemerintah Iran menyampaikan tuntutan gencatan senjata kepada Amerika Serikat melalui pihak perantara guna meredakan ketegangan konflik bilateral.
- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa penyampaian tuntutan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperjuangkan kepentingan nasional.
- Eskalasi konflik terjadi sejak 28 Februari menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel yang menimbulkan banyak korban serta kerusakan.
Suara.com - Pemerintah Iran menyatakan telah menyampaikan sejumlah tuntutan terkait potensi gencatan senjata dengan Amerika Serikat melalui pihak perantara. Langkah ini menandakan komunikasi tidak langsung antara kedua negara masih berlangsung di tengah upaya meredakan konflik.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menjelaskan bahwa Teheran telah merumuskan tuntutan berdasarkan kepentingan nasional sebelum menyampaikannya melalui pihak ketiga.
“Kami telah menyusun serangkaian tuntutan berdasarkan kepentingan dan pertimbangan kami. Kami tidak malu untuk menyuarakan tuntutan yang sah dan logis,” katanya dalam konferensi pers saat menjawab pertanyaan mengenai upaya terbaru untuk mengakhiri konflik antara Iran dan AS.
“Posisi Iran telah disampaikan melalui perantara,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa komunikasi melalui pihak ketiga merupakan hal yang lazim dan masih terus berjalan.
Baqaei juga menegaskan bahwa penyampaian posisi Iran secara terbuka tidak bisa dimaknai sebagai bentuk kemunduran.
“Menyampaikan posisi kami dengan cepat dan berani tidak boleh diartikan sebagai langkah mundur,” kata dia, sambil menambahkan bahwa Iran telah menyiapkan respons lanjutan yang akan diumumkan bila diperlukan.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta sejumlah negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta berdampak pada gangguan pasar global dan penerbangan internasional.
Baca Juga: Jokowi Telepon MBS, Tanya Kapan Perang Iran Selesai: Dijawab Gak Jelas
(Antara)
Berita Terkait
-
Jokowi Telepon MBS, Tanya Kapan Perang Iran Selesai: Dijawab Gak Jelas
-
Siapa Majid Khademi? Bos Intelijen Iran yang Gugur dalam Serangan AS dan Israel
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi
-
KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
28 Tahun Reformasi: Demokrasi Surut, Ekonomi Dihantui Krisis Kepercayaan
-
Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!
-
Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!
-
Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
-
Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel
-
Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU
-
Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik
-
Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF
-
Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza