Suara.com - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur PT Ciputra Optima Mitra, Rudyanto. Penahanan itu dilakukan usai Rudyanto menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi tukar guling tanah Pemerintah Kota Tegal tahun 2012.
Menurut Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Yuyuk Andriati, pimpinan anak perusahaan Ciputra Group itu akan menjalani masa penahanan di rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.
"Yang bersangkutan ditahan selama 20 hari ke depan," kata Yuyuk, saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Rudyanto sendiri keluar dari Gedung KPK pada sore hari. Dirinya enggan berkomentar apa pun terkait proses penahanannya. Dengan mengenakan rompi tahanan, Rudyanto dikawal petugas KPK menuju mobil tahanan.
Kasus yang menjerat Rudyanto merupakan pengembangan dari kasus di Tegal, terkait proses tukar guling lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Bokongsemar, Tegal, Jawa Tengah, yang melibatkan Ikmal Jaya. Ikmal yang merangkap Penasihat Tim Pengarah Pemindahtanganan Tanah Milik Pemkot Tegal itu, diduga melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, terkait tukar guling antara Pemkot Tegal dengan CV Tri Daya Pratama pada 2012.
Dalam kasus ini, kerugian negara ditaksir Rp35 miliar. Modusnya melalui penggelembungan harga yang dilakukan Pemkot Tegal dan pihak swasta. Dalam hal ini, Pemkot Tegal diduga menukar guling bekas tanah bengkok di Kelurahan Keturen, Kraton dan Pekauman seluas 59.133 meter persegi.
Tukar guling dilakukan dengan lahan di areal Bokongsemar yang diketahui milik pihak swasta dengan luas 142.056 meter persegi. Penyidik pun menyangkakan Rudyanto dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat juncto pasal 65 ayat 1 ke-1 KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Modus Beli Nasi Padang, Komplotan Maling Gondol Motor Pegawai Warung di Cilincing
-
Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada
-
Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi
-
Bantah Terima Suap Haji, Kubu Yaqut Sebut KPK Tak Tanya Soal Aliran Dana
-
Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari
-
Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan
-
Mendiktisaintek Persilakan Kampus Kelola Dapur MBG, Bisa Jadi Laboratorium Praktik Mahasiswa
-
Cemburu Buta Berujung Bacok Pegawai Restoran di Tomang, Dua Pelaku Ditangkap
-
Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol
-
Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?