- Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan serangan bertujuan menghancurkan kemampuan militer Iran, bukan membangun demokrasi.
- Serangan presisi AS terhadap Iran terjadi sebagai respons atas eskalasi konflik tajam di kawasan Timur Tengah.
- AS terus mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah meskipun Ketua Kepala Staf Gabungan memprediksi pencapaian tujuan membutuhkan waktu.
Suara.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan bahwa operasi militer AS terhadap Iran tidak akan berujung pada perang tanpa akhir. Ia menyatakan tujuan utama serangan adalah menghancurkan kemampuan militer Teheran, termasuk sistem rudal, angkatan laut, dan infrastruktur keamanan lainnya.
“Kami menyerang mereka secara presisi, masif, dan tanpa permintaan maaf,” ujar Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon, Senin (3/2/2026).
Hegseth menekankan bahwa perang melawan Iran bukanlah upaya membangun demokrasi atau melakukan rekayasa politik di negara tersebut.
“Tidak ada aturan keterlibatan yang bodoh, tidak ada jebakan pembangunan bangsa, tidak ada agenda membangun demokrasi. Tidak ada perang yang bersifat politis. Kami berperang untuk menang dan tidak menyia-nyiakan waktu maupun nyawa,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengatakan bahwa pencapaian tujuan militer di Iran akan membutuhkan waktu. Ia juga memperingatkan bahwa korban tambahan di pihak AS masih mungkin terjadi.
Caine menambahkan, Amerika Serikat terus mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah, meskipun sebelumnya telah melakukan pengerahan militer besar-besaran di kawasan tersebut.
Pernyataan para pejabat AS ini muncul di tengah eskalasi konflik tajam di Timur Tengah, menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan peluncuran rudal ke wilayah Israel serta ke target militer AS di kawasan.
Dalam beberapa hari terakhir, Iran juga melancarkan serangan ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, memicu ledakan di berbagai kota dan menimbulkan korban jiwa, termasuk di Bahrain. Infrastruktur sipil, mulai dari bandara hingga fasilitas energi, turut terdampak.
Ketegangan semakin memburuk setelah Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan Washington. Pejabat tinggi Iran menuding kebijakan Presiden AS Donald Trump telah menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan.
Baca Juga: Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
Di tengah situasi tersebut, militer AS mengakui adanya korban di pihaknya, dengan US Central Command sebelumnya mengumumkan bertambahnya jumlah tentara AS yang tewas dalam konflik. Dengan operasi yang masih berlangsung dan pengerahan pasukan tambahan, kekhawatiran akan meluasnya perang di Timur Tengah kian meningkat.
Berita Terkait
-
Arab Saudi Cegat Drone di Dekat Pangkalan Udara Prince Sultan Air Base
-
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional
-
Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah
-
Kuwait Tembak Jatuh 3 Pesawat Tempur F-15 Amerika Serikat
-
Terpopuler: Mantan Presiden Iran Ungkap Ampuhnya Mossad, Bisakah Gadai TV dan Smartwatch?
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat
-
Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis
-
Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health
-
Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD
-
Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?
-
Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya
-
Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty
-
Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur