Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pembangunan sarana infrastruktur bisa menjadi salah satu solusi untuk menahan perlambatan ekonomi yang saat ini sedang terjadi.
"Perlambatan sudah terjadi, sekarang kita harus mempunyai sektor andalan untuk menahan perlambatan. Kita dorong belanja pemerintah harus masuk ke infrastruktur," katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis.
Bambang menjelaskan sarana infrastruktur memiliki "multiplier effect" yang besar dalam mendorong perekonomian, antara lain ketika dalam masa pembangunan, infrastruktur bisa menyerap tenaga kerja yang besar.
Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti jembatan maupun jalan raya bisa mendorong penjualan baja, besi serta material lainnya sehingga secara tidak langsung mampu meningkatkan pertumbuhan sektor konstruksi.
Dan setelah sarana infrastruktur terbangun, dampaknya bisa mendorong konektivitas dan perbaikan sistem logistik serta memberikan kontribusi secara berkelanjutan kepada pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dalam jangka panjang, infrastruktur bisa menjadi aset ketika sudah selesai dikerjakan, sehingga bisa memberikan dampak lebih signifikan," kata Bambang.
Ia menambahkan, manfaat lainnya sarana infrastruktur bisa menjadi insentif non fiskal bagi investor swasta yang ingin berkontribusi dalam pengembangan sektor manufaktur, karena bisa memperlancar proses bisnis.
"Kita berharap sektor manufaktur menjadi sumber pertumbuhan ke depan, tapi dalam jangka pendek kita bisa mulai fokus di infrastruktur yang bisa cepat memberikan dampak ke perekonomian," ujar Bambang. (Antara)
Berita Terkait
-
Mantan Menkeu era Jokowi Mundur dari Komisaris TOBA
-
Silsilah Keluarga Satryo Brodjonegoro yang Didemo ASN: Ayah Mantan Rektor UI dan Menteri Soeharto, Adik Menteri Jokowi!
-
Dari Menkeu Hingga BRIN: Perjalanan Karir Bambang Brodjonegoro Kini Jadi Penasihat Khusus Presiden
-
Silsilah Keluarga Bambang Brodjonegoro yang Jadi Penasihat Khusus Presiden: Dua Generasi Punya Karier Bersinar
-
Eks Menkeu Bambang Brodjonegoro: Dukung Penguatan Kelembagaan BPKH untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon
-
Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan
-
Resmi! Ini Daftar Majelis Hakim yang Bakal Adili 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Bukan THR Biasa, KPK Bongkar Suap Bupati Rejang Lebong ke Oknum Aparat
-
KPK Cecar Jaksa dan Polisi Soal Dugaan Pemberian THR dari Bupati Rejang Lebong
-
Suster Natalia Sumringah, BNI Pastikan Dana Gereja Rp28 Miliar Kembali Paling Cepat Besok
-
Dukung Pembangunan Bait Suci Pertama di Jakarta, Menag Tegaskan Jaminan Kebebasan Beragama
-
Bongkar Nasib Khoirudin Usai Tak Jabat Ketua DPRD DKI, PKS: Dapat Amanah Lebih Besar di DPP
-
Dihujani Kritik Buntut Proyek Pipa Bikin Macet, Dirut PAM Jaya Jawab Begini
-
Tangis Haru Suranti dan Perjuangan 22 Tahun JALA PRT Sambut Pengesahan UU PPRT di DPR