- Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu PM Lebanon Nawaf Salam di Paris pada Selasa untuk membahas stabilitas gencatan senjata.
- Pertemuan ini menanggapi insiden tewasnya seorang penjaga perdamaian Prancis di Lebanon selatan yang memicu kecaman PBB sebelumnya.
- Pemerintah Prancis berkomitmen mendukung kedaulatan Lebanon serta mendesak kedua pihak mematuhi perjanjian gencatan senjata yang sedang rapuh.
Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam di Istana Elysee, Paris, Selasa (21/4) waktu setempat.
Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah yang sangat rapuh.
Dilansir dari France24, pertemuan berlangsung hanya tiga hari setelah tewasnya seorang penjaga perdamaian Prancis di Lebanon selatan.
Insiden tersebut memicu kecaman dari Dewan Keamanan PBB yang mendesak pelaku segera diadili.
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi berlaku sejak Jumat lalu, namun kedua pihak masih saling menuduh melakukan pelanggaran.
Situasi ini membuat stabilitas kawasan tetap berada dalam tekanan tinggi.
“Pemerintah Prancis menegaskan komitmennya terhadap penghormatan ketat atas gencatan senjata, dukungan terhadap integritas wilayah Lebanon, serta kedaulatan negara dalam penggunaan kekuatan," bunyi keterangan resmi dari Istana Elysee
Pemerintah Prancis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya menuding kelompok militan Hezbollah berada di balik serangan yang menewaskan tentara penjaga perdamaian tersebut.
Pertemuan Macron dan Salam dijadwalkan berlangsung pukul 17.30 waktu setempat dan akan diikuti konferensi pers bersama.
Baca Juga: Puan Soroti Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi Perdamaian
Langkah ini menjadi bagian dari upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat.
Sementara itu, negosiasi lanjutan antara Lebanon dan Israel direncanakan berlangsung di Washington pada Kamis mendatang.
Dalam enam pekan terakhir, konflik di wilayah tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.387 orang di Lebanon, berdasarkan data resmi terbaru.
Berita Terkait
-
Puan Soroti Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi Perdamaian
-
Lebanon Pilih Negosiasi dengan Israel, Presiden Joseph Aoun Ungkap 3 Tujuan Utama
-
Israel Resmi Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina
-
The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran
-
Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Rano Karno: Ikan Sapu-Sapu Jakarta Mau Diolah Seperti di Brasil
-
Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan
-
Resmi! Ini Daftar Majelis Hakim yang Bakal Adili 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Bukan THR Biasa, KPK Bongkar Suap Bupati Rejang Lebong ke Oknum Aparat
-
KPK Cecar Jaksa dan Polisi Soal Dugaan Pemberian THR dari Bupati Rejang Lebong
-
Suster Natalia Sumringah, BNI Pastikan Dana Gereja Rp28 Miliar Kembali Paling Cepat Besok
-
Dukung Pembangunan Bait Suci Pertama di Jakarta, Menag Tegaskan Jaminan Kebebasan Beragama
-
Bongkar Nasib Khoirudin Usai Tak Jabat Ketua DPRD DKI, PKS: Dapat Amanah Lebih Besar di DPP
-
Dihujani Kritik Buntut Proyek Pipa Bikin Macet, Dirut PAM Jaya Jawab Begini
-
Tangis Haru Suranti dan Perjuangan 22 Tahun JALA PRT Sambut Pengesahan UU PPRT di DPR