News / Internasional
Selasa, 21 April 2026 | 16:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) berbincang saat bertemu di Istana Élysée Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026). ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/app/YU]
Baca 10 detik
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu PM Lebanon Nawaf Salam di Paris pada Selasa untuk membahas stabilitas gencatan senjata.
  • Pertemuan ini menanggapi insiden tewasnya seorang penjaga perdamaian Prancis di Lebanon selatan yang memicu kecaman PBB sebelumnya.
  • Pemerintah Prancis berkomitmen mendukung kedaulatan Lebanon serta mendesak kedua pihak mematuhi perjanjian gencatan senjata yang sedang rapuh.

Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam di Istana Elysee, Paris, Selasa (21/4) waktu setempat.

Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah yang sangat rapuh.

Dilansir dari France24, pertemuan berlangsung hanya tiga hari setelah tewasnya seorang penjaga perdamaian Prancis di Lebanon selatan.

Insiden tersebut memicu kecaman dari Dewan Keamanan PBB yang mendesak pelaku segera diadili.

Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi berlaku sejak Jumat lalu, namun kedua pihak masih saling menuduh melakukan pelanggaran.

Situasi ini membuat stabilitas kawasan tetap berada dalam tekanan tinggi.

Wilayah penyerbuan Hizbullah di Israel utara. [ANTARA/Anadolu/py/am]

“Pemerintah Prancis menegaskan komitmennya terhadap penghormatan ketat atas gencatan senjata, dukungan terhadap integritas wilayah Lebanon, serta kedaulatan negara dalam penggunaan kekuatan," bunyi keterangan resmi dari Istana Elysee

Pemerintah Prancis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya menuding kelompok militan Hezbollah berada di balik serangan yang menewaskan tentara penjaga perdamaian tersebut.

Pertemuan Macron dan Salam dijadwalkan berlangsung pukul 17.30 waktu setempat dan akan diikuti konferensi pers bersama.

Baca Juga: Puan Soroti Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi Perdamaian

Langkah ini menjadi bagian dari upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat.

Sementara itu, negosiasi lanjutan antara Lebanon dan Israel direncanakan berlangsung di Washington pada Kamis mendatang.

Dalam enam pekan terakhir, konflik di wilayah tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.387 orang di Lebanon, berdasarkan data resmi terbaru.

Load More