- Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mengonfirmasi pergantian posisi Ketua DPRD dari Khoirudin kepada Suhud Alynudin pada April 2026.
- Khoirudin dipindahkan ke DPP PKS untuk menjalankan mandat strategis dalam mengoordinasikan seluruh wilayah provinsi di Indonesia.
- Fraksi PKS menyatakan rotasi tersebut merupakan distribusi amanah partai yang lumrah dan tidak memicu gejolak politik internal.
Suara.com - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta secara resmi mengonfirmasi pergantian posisi Ketua DPRD DKI Jakarta yang saat ini dijabat oleh Khoirudin.
Pasca-pencopotan dari kursi pimpinan parlemen Kebon Sirih, Khoirudin dikabarkan akan mengemban mandat strategis di tingkat pengurus pusat (DPP) PKS untuk mengoordinasi seluruh wilayah di Indonesia.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli menyebut Khoirudin telah menerima keputusan rotasi tersebut dan patuh pada instruksi partai.
"Ustadz Khoirudin menyatakan bahwa saya ditempatkan di mana saja, nggak apa-apa," ujar Taufik di Komplek DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Taufik menjelaskan perpindahan Khoirudin bukanlah bentuk hukuman, melainkan redistribusi amanah untuk memperkuat struktur nasional. Di DPP nanti, jangkauan tugas Khoirudin akan meluas melampaui urusan Jakarta.
"Di DPP nanti dia justru menangani seluruh provinsi yang ada di Indonesia," jelas Taufik.
Menurut Taufik, rotasi jabatan juga merupakan tradisi yang lumrah di internal PKS dan tidak memicu gejolak politik.
Ia menekankan bahwa setiap kader harus memiliki kesiapan mental untuk melepas jabatan publik kapan pun partai memberikan tugas baru.
"Saya juga kalau misalnya kemudian diturunkan lagi menjadi orang-orang biasa ya, it's okay. Di sini biasa saja. Kalau di PKS jadi penggantian amanah, kami sebut sebagai amanah dari jabatan publik yang ada," katanya.
Baca Juga: Ketua DPRD DKI Soroti Pengangguran Tembus 6 Persen, Dinilai Picu Kriminalitas
Suhud Alynudin Bakal Jadi Nakhoda Baru
Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta yang ditinggalkan Khoirudin nantinya akan diisi oleh Suhud Alynudin. Ia saat ini menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD DKI sekaligus Ketua DPW PKS DKI Jakarta.
Terkait waktu pelantikan resmi Suhud, Fraksi PKS menyerahkan sepenuhnya pada prosedur administratif di Sekretariat DPRD.
Taufik berharap proses transisi ini tidak memakan waktu lama agar roda kepemimpinan legislatif tetap berjalan stabil.
"Kami harapkan nggak terlalu lama, supaya tidak kemudian menimbulkan ketidakpastian," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi