Kasubag Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar M.Iqbal penembakan oleh petugas kepolisian terhadap tersangka pemerkosaan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lebak Bulus sudah tepat. Ia menilai langkah tersebut sesuai diskresi yang memang dimiliki oleh petugas yang melakukan pengejaran.
Pernyataan ini dikemukakan Kombes M Iqbal seusai acara apel Close Protection Team (CPT) di lapangan Mapolda Metro Jaya. Menurutnya, penembakan pelaku pemerkosaan berinisial ITH kemarin, Jumat (27/11/2015) di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan merupakan pilihan yang harus diambil karena tuntutan kondisi.
"Karena pelaku atau tersangka sangat mengancam petugas, petugas kepolisian kita dapat mengambil diskresi tersebut (dengan cara menembak) sebagai pilihan dari seorang petugas. Apabil tidak kita ambil pilihan itu, akan muncul korban polisi tersebut atau orang lain yang akan menjadi korban," kata Kombes Pol M. Iqbal, di Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2015).
Selain itu, sudah menjadi kewenangan polisi untuk memburu sang pelaku karena pelaku mencoba untuk melawan dan mengeluarkan senjata tajam.
"Kita diberi kewenangan melakukan diskresi untuk melakukan tindakan tegas terukur. Jaraknya sangat dekat kalau tidak penyelidik kami dapat tewas," kata Iqbal.
"Penyelidikan dihentikan. Menurut Pasal 77 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Jenazah diperiksa setelah itu dikembalikan ke keluarga," kata M. Iqbal.
Sebelumnya, Jumat (27/11/2015), Direktorat Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Krishna murti, menegaskan anggota polisi tidak akan lagi menoleransi penjahat jalanan, khususnya pelaku kekerasan seksual.
Setelah perampok dan pemerkosa karyawati berinisial R (23) tewas, penyelidikan kasus tersebut dihentikan polisi.
"Jadi dengan ini kita nyatakan bahwa kasus perkosaan dan perampokan di JPO telah terungkap dengan tersangka tewas, kasus ini ditutup," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Pemerkosa berinisial TIH (29) ditembak di bagian dadanya karena melawan saat akan ditangkap petugas di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, siang tadi. Sebelum itu, dia mencoba melarikan diri dengan sepeda motor dari Slipi, Jakarta Barat.
Berita Terkait
-
Kapolri Ogah Polisi di Bawah Kementerian, Singgung "Matahari Kembar"
-
2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
-
Update Terbaru Kenaikan Gaji PNS, PPPK, dan TNI-Polri Tahun 2026
-
Lula Lahfah Meninggal Dunia, Kenapa Polisi Turun Tangan?
-
Polisi Bedah Materi "Mens Rea", Jadwal Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono Menunggu Keterangan Ahli
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
7 Hal Penting Terkait Dicopotnya Dezi Setiapermana dari Jabatan Kajari Magetan
-
Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang
-
Diperiksa 8 Jam Soal Kasus Korupsi Haji, Eks Stafsus Menag Irit Bicara
-
Resmi! Komisi XI DPR RI Sepakati Keponakan Prabowo Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
-
Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas
-
Plot Twist Kasus Suami Lawan Jambret Jadi Tersangka: Sepakat Damai, Bentuknya Masih Abu-abu
-
Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera Terus Menunjukkan Progres Positif
-
Disetujui Jadi Hakim MK, Adies Kadir Sampaikan Salam Perpisahan Emosional untuk Komisi III
-
Tito Pastikan Proses Belajar Mengajar di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen
-
Periksa Enam Orang Saksi, Polisi Pastikan Reza Arap Ada di TKP saat Kematian Lula Lahfah