Suara.com - Warga menemukan sebuah bom yang masih aktif yang diduga kuat sisa-sisa peninggalan Perang Dunia II di kawasan pertambangan milik PT Pertamina EP di Jalan Pulau Sumatera, Sabtu (28/11/2015).
Penemuan benda yang berbahaya itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian dan ditangani Satuan Unit Gegana Brimobda Detasemen Pelopor C Kota Tarakan sehingga langsung diamankan untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Wakil Komandan Detasemen Brimobda Pelopor C Kota Tarakan, AKP Vije di Tarakan melalui pernyataan tertulis, Minggu (29/11/2015) mengutarakan, berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukannya benda tersebut berupa bom yang masih aktif dengan ukuran panjang 47 centimeter dengan diameter depan 48 centimeter, belakang 56 centimeter, tengah 53 centimeter, kemudian nomor seri 81205524.
Benda ini adalah jenis bom udara militer (rudal) yang dijatuhkan dari pesawat saat Perang Dunia II dengan daya ledak mencapai radius sekitar satu kilo meter di kawasan yang saat ini menjadi pertambangan minyak milik PT Pertamina EP.
�Benda ini merupakan jenis bom udara (rudal), yang dijatuhkan dari pesawat pada Perang Dunia II, dengan daya ledak mencapai radius kurang lebih satu kilo meter. Di Tarakan ini banyak sisa-sisa perang yang sudah ditemukan,� jelas Vije.
Sebenarnya lanjut dia, penanganan kasus benda seperti ini harus dilakukan oleh Zeni Tempur TNI namun di Kota Tarakan belum ada satuan tersebut maka ditangani tim Gegana Brimob,� ujar dia.
Ia mengatakan, sehubungan kondisi tanah di Kota Tarakan yang sebagian besar jenis gambut menjadi salah satu faktor banyak bom pada Perang Dunia II yang tidak meledak dan tidak tertutup kemungkinan masih banyak benda-benda peninggalan perang yang belum ditemukan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua