Suara.com - Kepolisian Sektor Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat, berhasil menangkap Raya Sinabela (19) atas tuduhan penganiayaan terhadap neneknya bernama Tiarma Marpaung (80) di Jatiasih, Selasa (1/12/2015).
"Pelaku sempat buron karena melarikan diri usai menganiaya neneknya di Perumahan Bumi Nasio Indah Kampung Rawabogo RT02/RW17, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi," kata Kapolsek Jatiasih Komisaris Polisi Aslan Sulastomo di Bekasi, Kamis.
Menurut dia, pelaku berhasil ditangkap pada Kamis (3/12/2015) di Jalan Raya Transyogi, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Pelaku kita ringkus tanpa perlawanan dan sempat buron satu hari," katanya.
Menurut Aslan, korban mengalami luka bacok di bagian kepala belakang sehingga harus mendapatkan 32 jahitan, luka sabetan di pipi kanan panjang 12 cm, serta luka sabetan pisau di jari tangan kiri akibat menangkis pisau sehingga mendapatkan 10 jahitan.
"Saat ini korban masih dalam perawatan serius di RSUD Kota Bekasi," katanya.
Atas perbuatannya itu tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara.
Sementara itu, dalam pengakuannya kepada polisi pelaku tega bacok neneknya karena kesal dilarang merokok dan selalu menolak bila dimintai uang.
"Saya khilaf dan menyesal," katanya.
Dia mengaku sempat kesal karena neneknya menasihati agar tidak bermain judi dan mabuk-mabukan seperti ayahnya.
"Saya tidak pernah minum bir dan main judi. Tidak benar itu," katanya.
Raya mengaku sempat membawa kabur sertifikat rumah milik korban dan mengaku telah membuang surat berharga itu di kebun dekat rumah korban.
"Tidak saya jual, sertifikatnya ada tapi saya buang," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439