Suara.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mendukung pelaksanan tes kesehatan kepada atlet yang akan dilakukan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang merupakan salah satu program peningkatan prestasi olahraga Indonesia.
"Kami setuju dengan program itu. Dengan adanya tes maka kita akan mengetahui secara detail kondisi atlet," kata Kabid Binpres PP PBSI Rexy Mainaki di sela workshop Satlak Prima "Program Performa Tinggi dengan Implementasi Sport Science" di Bandung, Jawa Barat, Senin.
Tes kesehatan secara keseluruhan bagi atlet, kata dia, memang perlu dilakukan karena akan berkaitan dengan penanganan masing-masing atlet baik saat mengalami cedera maupun saat memberikan materi latihan.
"Kita akan jadi lebih tahu porsi yang harus diberikan pada atlet. Misalnya, atlet A lemah di sini, maka kita harus mencari formula untuk meningkatkannya. Jika atlet B sudah kuat bagaimana biar lebih kuat lagi," katanya menambahkan.
Satlak Prima di bawah pimpinan Ahmad Sucipto langsung membuat gebrakan dengan akan melakukan tes kesehatan dan screening bagi atlet Indonesia. Tes ini dilakukan untuk mengetahui profil detail atlet yang sudah terakreditasi dan nantinya akan menjadi database yang dipegang oleh lembaga bentukan pemerintah itu.
Sesuai dengan rencana, tes kesehatan dan screening kepada atlet akan dilakukan Januari 2016. Semua data dari tes atlet tersebut diharapkan tuntas dalam pendataannya hingga Februari. Tes ini akan melibatkan banyak pihak mulai ahli fisik, psikologi hingga nutrisi.
Bagi Satlak Prima, mengetahui kondisi kesehatan dan data atlet sangat penting. Hal ini dilakukan untuk menerapkan program performa tinggi dengan implementasi sport science yang saat ini terus digalakkan.
"Satlak Prima hanya membina atlet elite. Jadi untuk menentukan program harus disesuaikan dengan profil masing-masing atlet. Makanya semua atlet harus melakukan tes kesehatan," kata Ketua Satlak Prima Ahmad Sucipto di sela workshop.
Menurut dia, untuk membina atlet meski sudah masuk level elite tidak bisa dilakukan sendiri namun harus ada juga kerja sama dengan pemangku kepentingan termasuk konsultan. Dengan program yang akan dijalankan ini diharapkan prestasi olahraga Indonesia meningkat.
Dalam workshop yang dihadiri semua perwakilan pengurus pusat/besar cabang olahraga ini juga dihadirkan konsultan olahraga asal Australia yaitu Stephen Bird yang menjelaskan tentang "performance profiling dan prediction". [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kecelakaan Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Sopir Truk Galon Air Jadi Tersangka
-
InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%
-
4 Jenazah Korban Kecelakaan Sibolangit Sudah Diambil Keluarga
-
Unik! PKB Jateng Rayakan Harlah dengan Nobar Final Piala Dunia 2026
-
Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026
-
Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Bedak Warna Apa? 4 Shade Ini Dijamin Bikin Flawless
-
Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut
-
Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura
-
57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat
-
Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi