Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hendak memenjarakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Oknum yang akan dojebloskan ke dalam penjara itu apabila mereka terbukti bermain dalam Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) untuk angkutan umum.
"Kita mau penjarakan, kita tahan PNS yang menjual buku KIR. Kemarin dalam Rapim (rqpat pimpinan) saya bilang, saya mau lihat kondisi fisik bus-bus di Jakarta," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Lelaki yang biasa disapa Ahok itu mencium ada permainan perizinan KIR di Dishubtrans DKI.
"Ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama, tukang KIR-nya main, kemungkina kedua dia nggak melakukan KIR, dia ada buku asli KIR, dijual jadi aspal," jelas Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan berdasarkan laporan dari pihak kepolisian sudah ada indikasi PNS DKI di Dishubtrans yang menjual buku KIR. Ahok memastikan akan memberikan sanski tegas kepada oknum PNS DKI yang bermain.
"Polisi langsung tanggapin, tadi pagi lapor ke saya sudah terbukti bahwa ada yang jual buku KIR. Sudah tahan saja (saya bilang), begitu ditahan kita mau berhentikan dia sebagai PNS," tegasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan dalam waktu dekat akan ada anak buahnya yang dipenjara karena diduga bermain perizinan KIR.
"Nanti ada anggota gue yang dipenjara, ya sudah penjarain saja. Karena diduga memalsukan kir," ujarnya.
Andri juga telah menaruh rasa curiga kepada bawahannya yang menangani uji KIR. Sebab banyak angkutan umum di Jakarta yang tidak layak jalan namun izinya masih diperoleh.
"Saya juga curiga, kenapa bus itu yang asapnya item, rombeng, begitu kita lihat KIR masih berlaku. Kita masukkin, kita uji lagi, ternyata nggak lulus KIR-nya," katanya.
Untuk itu ia menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk segera bisa mengusut tuntas kasus dugaan pelanggaran yang terjadi di Dishubtrans DKI.
"Bener kan ada yang memalsukan KIR, (yasudah) kita serahkan saja ke polisi," katanya.
Berita Terkait
-
Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan
-
Jakarta Triathlon 2026 Siap Ramaikan Perayaan 5 Abad Jakarta
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Siap-Siap! Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000
-
Marak Penyusup di Event Lari! 300 Personel Dikerahkan Amankan Rute Lari Pancasakti Run 2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade
-
BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga