Suara.com - Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait insiden jatuhnya lift di PT Nestle Indonesia di Arcadia Tower, Jalan TB Simatupang yang mengakibatkan dua karyawan meninggal dunia dan satu korban luka berat. Polisi menduga ada dua penyebab jatuhnya lift tersebut yakni kesalahan prosedur pemeliharaan lift dan ada pihak yang mencoba melakukan sabotase.
"Ada dua dugaan kami, pertama ada kesalahan prosedur tentang SOP (Standar Operasional Prosedural) maintenance lift sehingga jatuhnya lift tersebut menewaskan dua karyawan, yang kedua ini bisa jadi ada sabotase," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal kepada wartawan, Jumat (11/12/2015).
Namun, menurut Iqbal dugaan dan motif dari jatuhnya lift tersebut akan terbukti setelah proses penyelidikan rampung.
"Tetapi dugaan yg saya sebutkan tadi akan terbukti ketika kami harus sudah semua proses penyelidikan," katanya.
Iqbal mengatakan sejauh ini polisi telah memeriksa lima saksi termasuk pihak teknisi dari lift tersebut dan manajer PT Nestle Indonesia.
"Saksi ada lima, sampe kemarin ya," kata Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal mengaku bakal terus mengusut kasus litf jatuh yang diduga disebabkan kelalaian.
"Siapapun orangnya nanti yang terbukti melakukan kelalaian, kelalaian itu kan tindak pidana juga diatur dalam KUHP 359, 360 maka akan diproses secara hukum tapi kita akan kumpulkan bukti bukti yang cukup sehingga kita bisa proses penyidikan ini sehingga tuntas pertanggungjawaban di mata hukum," kata Iqbal
Sebelumnya terjadi kecelakaan di PT Nestle di Gedung Arcadia Tower B, Jalan TB Simatuang, Jakarta, Kamis (10/12/2015) sekitar pukul 09.40 pagi. Lift yang mengangkut tiga orang itu terjatuh dari lantai tujuh ke lantai tiga. Kejadian itu mengakibatkan dua orang tewas, sedangkan satu lainnya luka berat dan kini dirawat di Rumah sakit Siloam Jakarta.
Berita Terkait
-
Detik-detik Kecelakaan Maut Dekat Patung Kuda, Pengendara Aerox Tiba-tiba Oleng hingga Tak Tertolong
-
31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat
-
Mobil Boks di Bekasi Terobos Lampu Merah Hingga Tabrak 5 Motor, Satu Pemotor Tewas
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Truk Tabrak Halte Tebet Eco Park hingga Atap Rusak, Transjakarta Pastikan Tetap Beroperasi
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan
-
Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah
-
Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?