Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan bakal terus melakukan upaya preventif untuk menanggulangi penyebaran paham radikal.
Upaya preventif untuk menangkal penyebaran paham radikal itu dengan cara mengajak para mantan anggota teroris menumbuhkan kembali wawasan kebangsaan. Proses pendekatan humanis ini juga melibatkan beberapa ulama dan pakar.
"Untuk menangani masalah ini kami bentuk mantan kombatan Afganistan, ISIS, Filipina dan GAM. Kami diskusi. Kami cari solusinya," kata Usman Said saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi mengenai Kebijakan Menghadapi Konflik SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) dan Bahaya Terorisme di DKI Jakarta di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2015).
Selain itu, pihaknya juga melakukan pelatihan kepada para narapidana kasus terorisme yang masih menjalani hukuman di penjara. Pelatihan keterampilan diberikan agar para mantan anggota teroris ini setelah bebas dari penjara dapat mudah mencari pekerjaan dan dapat diterima kembali ke lingkungan sekitarnya.
"Kemudian kegiatan resosialisasi. Terutama pekerjaan. Bagaimana cari solusi agar mereka ada pekerjaan. Kalau kita biarkan mereka bakal ada masalah terus," kata Usman.
Lebih lanjut, Usman mengatakan ada banyak faktor yang mendasari warga untuk mau bergabung dengan kelompok teroris.
"Kebencian, dendam, kemiskinan, kesenjangan sosial, kebijakan yang tidak mendukung mereka. Ini masalahnya. Inilah yang selama ini jadi masalah," katanya.
Untuk itu dia berharap peran seluruh pihak agar bisa bekerja sama dalam menanggulangi penyebaran paham radikal
"Ini PR (pekerjan rumah) kita bersama agar kita bisa rubah mainsetnya," kata Usman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo