News / Nasional
Sabtu, 12 Desember 2015 | 18:16 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman Nasution (kemeja bergaris). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan bakal terus melakukan upaya preventif untuk menanggulangi penyebaran paham radikal.

Upaya preventif untuk menangkal penyebaran paham radikal itu dengan cara mengajak para mantan anggota teroris menumbuhkan kembali wawasan kebangsaan. Proses pendekatan humanis ini juga melibatkan beberapa ulama dan pakar.

"Untuk menangani masalah ini kami bentuk mantan kombatan Afganistan, ISIS, Filipina dan GAM. Kami diskusi. Kami cari solusinya," kata Usman Said saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi mengenai Kebijakan Menghadapi Konflik SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) dan Bahaya Terorisme di DKI Jakarta di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2015).

Selain itu, pihaknya juga melakukan pelatihan kepada para narapidana kasus terorisme yang masih menjalani hukuman di penjara. Pelatihan keterampilan diberikan agar para mantan anggota teroris ini setelah bebas dari penjara dapat mudah mencari pekerjaan dan dapat diterima kembali ke lingkungan sekitarnya.

"Kemudian kegiatan resosialisasi. Terutama pekerjaan. Bagaimana cari solusi agar mereka ada pekerjaan. Kalau kita biarkan mereka bakal ada masalah terus," kata Usman.

Lebih lanjut, Usman mengatakan ada banyak faktor yang mendasari warga untuk mau bergabung dengan kelompok teroris.

"Kebencian, dendam, kemiskinan, kesenjangan sosial, kebijakan yang tidak mendukung mereka. Ini masalahnya. Inilah yang selama ini jadi masalah," katanya.

Untuk itu dia berharap peran seluruh pihak agar bisa bekerja sama dalam menanggulangi penyebaran paham radikal

"Ini PR (pekerjan rumah) kita bersama agar kita bisa rubah mainsetnya," kata Usman.

Load More