Suara.com - Donal Trump memicu kegaduhan internasional, menyusul komentarnya sebagai respons atas penembakan yang menewaskan 12 orang di California, AS pekan lalu. Merespon penembakan yang dilakukan sepasang Muslim ini, bakal calon presiden dari Partai Republik ini mengusulkan untuk melarang Muslim masukke AS.
KomentarTrump ini tak hanya menuai kecaman tetapi juga sudah berdampak pada bisnisnya di Timur Tengah. Sejumlah rantai utama toko-toko serba ada menghentikan penjualan lampu, cermin dan kotak-kota perhiasan produk Trump.
Pada Kamis, perusahaan real estat Damac di Dubai, yang membangun sebuah kompleks golf senilai 6 miliar bersama Trump, menghapusa properti yang menggunakan nama dan gambarnya.
Dari Ankara diberitakan bahwa perusahaan waralaba Trump Towers di Turki mengutuk pernyataan Trump tersebut dan menyatakan pada Kamis (10/12/2015) malam bahwa pihaknya sedang mengevaluasi hubungan legalnya dengan pemilik nama dagang tersebut.
Trump Towers Istanbul adalah kompleks perumahan dan komersial yang dikembangkan oleh Aydin Dogan, milyarder Turki, yang menaikkan pamor distrik bisnis pusat kota itu. Dogan membayar Trump karena merk dagang perusahaannya.
"Kami menyayangkan dan mengutuk keterangan diskriminatif Trump. Pernyataan-pernyataan seperti itu tak memiliki nilai dan merupakan produk dari suatu pemikiran yang sama sekali tidak memahami Islam, agama perdamaian," kata Bulent Kural, manajer pusat perbelanjaan Trump.
Sementara Pangeran Alwaleed bin Talal, pengusaha kaya raya asal Arab Saudi, menyebut Donald Trump sebagai aib bagi Amerika Serikat setelah seruannya melarang orang-orang Islam masuk ke negara itu. Ia juga menuntut bakal calon presiden dari Partai Republik itu mundur dari keikutsertaannya dalam pemilihan presiden AS.
"Anda adalah aib tidak hanya bagi GOP tetapi bagi semua Amerika," kata Pangeran Alwaleed, ketua Kingdom Holding, di akun Twitter-nya mengomentari pernyataan Trump.
"Tarik diri dari keikutsertaan dalam pemilihan presiden karena Anda tak akan pernah menang," ujarnya.
Dalam beberapa jam, balasan dari Trump juga datang melalui Twitter-nya. "Pangeran @Alwaleed_Talal yang bebal ingin mengendalikan para politisi AS dengan uang ayahnya," kicaunya sambil menambahkan hal ini tak mungkin terjadi jika dia terpilih menjadi orang nomer satu di AS. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?