Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada Jumat (1/1/2016) mengatakan bahwa dirinya akan bertemu dengan Jaksa Agung AS Loretta Lynch pada hari Senin (4/1/2016). Tujuan pertemuan tersebut untuk membahas cara-cara yang tepat untuk mengurangi kekerasan bersenjata di AS.
Di tengah banyaknya laporan atas peristiwa kekerasan bersenjata Obama berniat untuk mengambil tindakan yang khusus untuk mengatasi masalah ini.
Obama, dalam pidato mingguannya mencatat bahwa dirinya telah menerima "terlalu banyak surat dari orang tua, dan guru, dan anak-anak. Seolah-olah dirinya hanya duduk-duduk dan tidak melakukan apa-apa."
Dia telah berulang kali mendesak Kongres untuk memperketat undang-undang senjata. Desakan Obama semakin keras setelah terjadi peristiwa tahun 2012 dimana terjadi pembantaian di sebuah sekolah dasar di Newtown, Connecticut. Periswita lain terjadi pada musim gugur tahun ini setelah penembakan massal di Colorado Springs, Colorado, dan San Bernardino, California.
"Beberapa bulan yang lalu, saya diarahkan tim saya di Gedung Putih untuk melihat ke dalam mengenai tindakan baru yang saya yang sekiranya dapat membantu mengurangi kekerasan senjata," kata Obama dalam pidato tersebut. "Dan pada hari Senin, saya akan bertemu dengan Jaksa Agung kami, Loretta Lynch, untuk mendiskusikan pilihan kami."
Beberapa narasumber The Washington Post yang dikutip yakin Obama dan Lynch akan menemukan cara khusus yang tepat untuk mengatasi kekerasan bersenjata dan akan mengungkapnya minggu depan.
Frustrasi dengan lemahnya respon dari Kongres, Obama telah berjanji untuk menggunakan "kekuatan apa pun kantor Kepresidenan i menempatkan langkah-langkah kontrol senjata melalui tindakan eksekutif, yang tidak memerlukan persetujuan kongres.
"Kita tahu bahwa kita tidak bisa menghentikan setiap tindakan kekerasan," kata Obama. "Tapi bagaimana kalau kita mencoba untuk berhenti bahkan satu Bagaimana jika Kongres melakukan sesuatu -? Apa -? Untuk melindungi anak-anak kita dari kekerasan senjata"
Washington Post mengatakan Obama akan menggunakan otoritas eksekutif di beberapa daerah. Termasuk memperluas persyaratan latar belakang cek baru bagi pembeli yang membeli senjata dari dealerdalam jumlah besar.
"Perubahan, seperti biasa, akan mengambil semua dari kita," kata Obama, yang sedang berlibur dengan keluarganya di Hawaii.
Pada hari Kamis, juru bicara Gedung Putih Eric Schultz mengatakan Obama menyadari Kongres tidak mungkin untuk bertindak mereformasi aturan senjata api.
"Itulah sebabnya ia telah meminta timnya untuk mendesak otoritas hukum yang ada untuk melihat apakah ada tindakan tambahan yang bisa kita ambil secara administratif," kata Schultz. "Presiden telah membuat jelas dia tidak puas dengan mana kita berada dan mengharapkan pekerjaan yang harus segera diselesaikan."
(Reuters)
Berita Terkait
-
12 Orang Jadi Korban Penembakan Massal di Pesta Tepi Danau Arcadia
-
Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS
-
Kemarin Ketakutan, Clara Shinta Kini Ngaku Tak Terancam Senjata Api Laras Panjang Suami
-
Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat
-
Clara Shinta Ngaku Diancam Senpi Tiap Ribut dengan Suami, Sunan Kalijaga Pasang Badan: Cuma Mainan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat