Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mengakui adanya tiga orang perempuan yang bergabung bersama kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di hutan-hutan wilayah Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
"Tiga perempuan itu adalah istri dari Santoso, Basri, dan Ali Kalora. Mereka berasal NTB," kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Idham Aziz kepada sejumlah wartawan saat menggelar konfrensi pers akhir tahun di Palu, Kamis (31/12).
Menurut Kapolda, tiga perempuan tersebut merupakan janda mujahidin asal Bima, Nusa Tenggara Barat. Ketiga perempuan tersebut diberikan inisial Umi Fadel, Umi Mujahid dan Umi Delima.
Idham menjelaskan bahwa mereka masuk ke wilayah Sulteng dan kemudian bergabung bersama kelompok Santoso Cs untuk membalaskan dendam mantan suami mereka yang lebih dulu meninggal dunia.
"Berdasarkan data intelejen, tiga perempuan itu berasal dari Bima. Mereka tidak mau turun dari Poso dan ingin bersama-sama suaminya saat ini. Kata mereka, lebih baik mati sahid mendampingi suami-suaminya di sana," ungkapnya.
Hingga saat ini, Polda belum bisa memastikan tiga perempuan tersebut masuk melalui jalur mana hingga akhirnya bisa bergabung bersama kelompok Santoso Cs.
"Wilayah pergerakan mereka ada di dalam kawasan hutan seluas sekitar 2.400 kilometer persegi. Sehingga ada banyak jalan untuk masuk, yang tidak seluruhnya bisa diawasi aparat," ujar Idham yang didampingi Wakapolda, dan para pejabat utama Polda Sulteng dan Kabid Humas AKBP Hari Suprapto itu.
Walaupun demikian, Polda sudah memastikan kalau mereka tidak bisa keluar jauh meninggalkan Poso dan hanya bisa beraktivitas di hutan pegunungan Poso. Hal tersebut dikarenakan posisi mereka semakin terjepit, logistik semakin kurang dan personel keamanan terus mengepung.
Polisi, kata Idham, tidak akan berhenti mengejar mereka sampai semuanya tertangkap.
"Kalai Operasi Camar Maleo IV-2015 berakhir pada 9 Januari 2016, Polda Sulteng akan melanjutkannya dengan operasi mandiri kewilayahan," ujarnya. (Antara)
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?