Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta semua operator bus di Jakarta untuk bergabung degan PT. Transjakarta. Jika bergabung, pembayaran tarifnya akan dibuat dengan sistem rupiah per kilometer. Kendati demikian, masih banyak sopir Metromini yang belum mengetahui rencana dari Ahok tersebut.
Salah satu hal yang masih membuat para sopir bingung adalah persyaratan untuk menjadi sopir bus terintegrasi Transjakarta. Selain itu, masalah besaran gaji yang akan diperoleh pun masih jadi pertanyaan para sopir. dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang gaji dan tidak adanya persyaratan menjadi sopir metromini.
"Saya, di sini cuma sopir, kalau sopir Metromini suruh gabung ke Transjakarta kan pasti ada persyaratan umur segala macam, saya dengar begitu kata orang," ungkap Tigor, sopir Metromini 49 jurusan Senen-Pondok Kopi saat ditemui di Terminal Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2016).
Sementara itu, menurut Widodo, pemilik sekaligus Sopir metromini 03 jurusan Senen-Rawamangun, sopir Metromini yang mau jadi sopir Transjakarta harus memiliki ijazah.
"Sekarang kan jadi sopir di sana harus pakai ijazah sedangkan kita ijazah juga nggak ada, mana mau mereka nerima kita, saya denger juga gabung ke Transjakarta katanya rugi, karena nanti akan berlaku aturan baru itu," kata Widodo.
Padahal, sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta, ANS Kosasih menjelaskan pihaknya juga bakal membuka 12.000 lowongan pekerjaan kepada para sopir dan kernet seperti Metromini, Kopaja maupun bus-bus yang lain.
"Buat semua sopir dan kernet angkutan umum lainnya tidak usah khawatir kehilangan pekerjaan jika layanan kami sudah banyak. Silakan mendaftar ke kami," ujar Kosasih melalui keterangan tertulis yang diterima suara.com, Minggu (3/1/2016).
"Kami pengadaan 2.000 bus artinya kami perlu 6.000 sopir dan 6000 Kernet atau istilah kami On-Board. Kami mengundang semua yang memiliki SIM B1 umum dan SIM B2 umum untuk mendaftar menjadi pengemudi kami," Kosasih menambahkan.
Kosasih menjelaskan, bagi mereka yang mau gabung dan memiliki SIM B1 umum akan membawa bus single dan dibayar 2 kali Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta atau sekitar Rp6.2 juta.
"Sedangkan untuk SIM B2 Umum pengemudi bus tingkat penghasilan take home pay bulanan 2,5 kali UMP dan pengemudi bus gandeng 3 kali UMP," kata Kosasih.
Namun, kurangnya sosialisasi dari pemerintah menyebabkan para sopir merasa bingung. Tawaran menggiurkan tersebut juga belum banyak diketahui para sopir Metromini.
"Saya nggak ngerti dengan aturan pemerintah itu, sekarang Metromini kami dikandangkan lalu kelanjutan kami yang nggak bisa cari sewa bagaimana saya juga bingung," ungkap Hutagalung sopir Metromini.
Sebelumnya Pemerintah DKI menawararkan ke pemilik Metromini dan para sopir untuk terintegrasi dengan Transjakarta dan dibayar rupiah per kilometer. Ahok menilai jika tawaran itu diterima, maka akan menguntungkan bagi semua pihak.
Selain itu mereka yang mau gabung juga tak harus memiliki ijazah. Namun, tentu saja mereka yang ingin gabung harus mengikuti pelatihan agar mendapatkan sertifikat. Mantan Bupati Belitung Timur ini juga memastikan dalam pelatihan itu pemerintah DKI juga tak akan mempersulit mereka yang mau gabung ke Transjakarta.
Berita Terkait
-
Transjakarta Pasang 'Mata-Mata' AI di 5 Ribu Bus Demi Cegah Sopir Microsleep
-
Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional 17 Rute Terdampak Banjir
-
Tragedi Jumat Pagi di Jalur Transjakarta: Pemotor Tewas Usai Menghantam Pembatas Jalan
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
Sopir TransJakarta Diduga Mengantuk hingga Tabrakan Adu Banteng, Polisi Dalami Unsur Kelalaian
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
-
Bahlil Tawarkan Ekspor Listrik Surya ke Singapura, Kepri Disiapkan Jadi Kawasan Industri Hijau
-
Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya
-
Teror Penyiraman Air Keras: LPSK Berikan Perlindungan Darurat Bagi Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
Mudik Lebih Santai? Menhub Ajak Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Macet