Suara.com - Sekitar 40 ribu orang di wilayah Madaya, Suriah, terpaksa memasak dedaunan dan mahkota bunga untuk bertahan hidup. Dedaunan jadi pilihan terakhir setelah mereka kehabisan anjing dan kucing liar untuk disembelih.
Foto-foto dan video yang diambil dari wilayah bekas resor wisata tersebut menampilkan jenazah warga, baik laki-laki, perempuan, dan anak-anak, yang tewas akibat kelaparan. Pasukan yang loyal pada Presiden Suriah Bashar al-Assad dan anggota milisi Hisbullah Lebanon terus mengepung kota, memotong suplai makanan dan minuman. Bukan hanya itu, mereka juga mencegah warga keluar dari wilayah tersebut dengan ranjau darat.
Salah satu foto yang beredar di Facebook memperlihatkan seorang warga yang sedang bersiap menyembelih seekor kucing. Sementara itu, dalam beberapa foto lainnya, terlihat beberapa anak makan sayur yang dibuat dari campuran daun zaitun dan air.
"Tidak ada lagi kucing atau anjing yang tersisa di kota ini. Bahkan dedaunan pohon yang kami makan jadi makin jarang," kata warga bernama Abu Abdul Rahman kepada Al Jazeera.
BACA JUGA:
Militan ISIS Eksekusi Mati Ibunya yang Dituduh Murtad
Bahkan, saking kurangnya makanan, warga menjalani hari-hari mereka dengan berdiam diri, tidak beraktivitas. Tujuannya, untuk menghemat energi.
Menurut laporan organisasi Palang Merah, karena suhu udara kian menurun, warga setempat terpaksa membakar sampah-sampah plastik untuk menghangatkan diri.
Dedaunan dan mahkota bunga yang dimasak mungkin tidak menjadi masalah buat orang dewasa maupun anak-anak yang sehat. Namun, bagi orang-orang lanjut usia dan mereka yang sakit, makanan semacam ini tidak memberikan cukup nutrisi.
"Kami tidak dapat memberikan susu bagi bayi," kata Dr. Khaled Mohammed kepada kantor berita Jerman Deutsche Presse.
"Hari ini saja, seorang bocah berusia 10 tahun meninggal akibat menderita malnutrisi," sambungnya.
Harga satu kilogram beras saja, yang menjadi makanan pokok warga kota, meroket hingga 170 Poundsterling atau setara Rp3,4 juta. Harga ini jauh melebihi kemampuan warga biasa, kecuali bagi mereka yang kaya.
Manajer dewan medis di Madaya, Dr. Mohamad Youssef, kepada Sky News, mengatakan bahwa setiap harinya, ada dua atau tiga warga yang sekarat karena kelaparan.
"Angka kematian amat tinggi di kalangan lansia, perempuan, dan anak-anak," katanya.
"Staf kesehatan selalu siaga 24 jam. Mereka merawat orang-orang yang sakit parah dan pingsan, siang dan malam," ujarnya.
Madaya adalah kota yang hanya berjarak 24 kilometer dari ibu kota Suriah, Damaskus, pusat pemerintahan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Organisasi Palang Merah berharap, akan mengirimkan bantuan ke Madaya dalam beberapa hari ke depan. Namun, mereka pesimistis, paket bantuan makanan tersebut akan banyak membantu warga.
Pada pertengahan bulan Oktober lalu, lebih dari 20 truk berisi bantuan logistik dikirimkan ke Madaya. Namun, kini bantuan tersebut sudah habis. Situasi kian memburuk sejak saat itu. (Independent)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Terlalu Banyak Gunakan Deodoran Remaja Ini Tewas Keracunan
Percakapan Kocak Syahrini Ngomong Sunda, Maia Ngomong Jawa
Berita Terkait
-
Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas
-
Balasan Rudal Iran Menyasar Pusat Komando Pasukan Khusus Amerika Serikat di Suriah
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Potret Pengungsi Perang Suriah dalam As Long as the Lemon Trees Grow
-
Harapan Kecil untuk Tetap Hidup dalam Novel As Long as the Lemon Trees Grow
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123