Suara.com - Pengadilan Negeri Jakarta Barat menggelar sidang lanjutan kasus tujuh orang yang diduga menjadi simpatisan kelompok Islamic State of Iraq and Syria, Kamis (21/1/2016). Agenda sidang hari ini untuk mendengar keterangan tiga saksi mahkota dan keterangan terdakwa.
Salah satu saksi mahkota yang dihadirkan bernama Roby Risahputra. Di persidangan, Roby mengaku sejak tahun 1990-an, baru bertemu lagi dengan Aprimul Hendri, salah satu terdakwa, pada musim lebaran tahun 2012. Setelah itu, mereka jarang komunikasi lagi.
Sidang hari ini dipimpin Hakim Ketua Syahlan. Sidang berlangsung di Ruang Soerjadi, Jalan S. Parman, Slipi, Jakarta Barat. Dalam kasus ini, Roby juga terdakwa, makanya dia disebut saksi mahkota.
Hakim Syahlan bertanya lagi ke Roby terkait apa yang melatarbelakangainya menuruti permintaan Aprimul untuk membelikan tiket untuk teman-teman yang mau berangkat ke Turki.
Roby yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, itu pun menjawab karena adanya misi yang sama dengan Aprimul yaitu kemanusiaan.
"Saya tidak dibayar atau menerima apa pun dari dia, saya mau melakukan karena kami memiliki misi yang sama untuk kemanusiaan di Suriah yang lagi kerusuhan," kata Roby.
Waktu itu Roby memesankan untuk empat orang dengan tujuan Istanbul, Turki.
"Begini Pak Hakim, kan saudara Aprimul kan tinggal di Bukit Tinggi, dan tidak bisa pesan tiket dari sana, maka dia hubungi saya untuk belikan tiket buat temannya, ada saudara Hary yang pertama, kemudian Zaki, Amin, dan itu selang waktunya sekitar satu bulan," kata Roby.
Akhirnya, mereka berangkat ke Turki pakai Malaysia Airlines. Sejak itu, Roby tidak tahu kabar mereka.
"Saya tidak tahu, apakah mereka sampai atau tidak, tapi saya dengar dari Aprimul mereka sampai, dan sampai hari ini saya tidak tahu, apakah mereka sudah balik atau belum ke Indonesia," kata Roby.
Tag
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!
-
Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!
-
Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
-
Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel
-
Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU
-
Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik
-
Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF
-
Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional