Suara.com - Minggu (24/1/2016) jemaat Ahmadiyah di Kabupaten Bangka diminta meninggalkan kampungnya. Mereka tinggal di Kelularan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat.
Aksi pemaksaan pengusiran mereka dihadiri Bupati Bangka Tarmizi. Selain itu sekitar 100 orang berdemo di depan sekretariat JAI Bangka.
Salah seorang tim kuasan hukum JAI Bangka, Fitria menceritakan kronologi pengusiran terhadap warga Ahmadiyah itu. Aksi tuntutan itu dimulai sejak pukul 08.30 WIB.
Polisi berdatangan menggunakan sebuah truk dan mobil jenis pick up. Ada juga puluhan tentara yang berjaga. Setelah itu 100 orang yang mengaku warga setempat mulai berdatangan. Demo itu juga dihadiri Kapolres Bangka dan Bupati Bangka Tarmizi.
Bupati dan Kapolres Bangka kemudian masuk ke sekretariat Jemaat Ahmadiyah Bangka. Mereka disambuut dua pengurus Ahmadiyah setempat, Farid dan Agus.
"Setelah berkenalan bupati langsung menerangkan bahwa masyarakat meminta bupati untuk memfasilitasi kepindahan Anggota Jemaat Ahmadiyah dari Srimenanti ke tempat lain di luar Srimenanti. Bupati menyatakan akan menyediakan tempat yang aman untuk anggota Jemaat Ahmadiyah dan menjamin transportasi ke tempat yang baru," kata Fitria kepada suara.com, Minggu siang.
Dalam perbincangan itu, Bupati Bangka Tarmizi memberi waktu 3 hari perpindahan JAI Bangka. Menanggapi permintaan itu Farid pun mengatakan akan meminta pendapat dari JAI Pusat.
"Bupati menanyakan kapan siap pindah? Pak Farid tetap menjawab akan koordinasi dulu dengan pusat, karena waktu tiga hari itu sangat singkat, karena surat menyurat dengan pusat tidak cukup dalam waktu tiga hari," kata Fitria menirukan obrolan mereka.
"Bupati menyampaikan bahwa surat menyurat tidak perlu karena sekarang zaman sudah canggih bisa lewat internet, email atau telepon," lanjut Fitria.
Hal yang sama disampaikan Mubaligh JAI Bangka, Syafii Ahmad. JAI Bangka ingin berkoordinasi dengan pengurus pusat selama 1 pekan ke depan.
"Bupati menjawab kalau koordinasi ke pusat itu masih ngambang, pokoknya satu minggu itu sudah harus pindah. Kalau tidak pindah kami tidak menjamin keamanan bapak-bapak di sini," papar Fitria.
Setelah pertemuan itu, Bupati Tarmizi menemui 100-an massa itu. Dia menyerukan jika warga JAI Bangka di Kelularan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat akan meninggalkan Srimenanti paling lambat 6 Februari. Massa pun membubarkan diri.
Hanya saja menurut Syafii pernyataan bupati bertolak belakang dengan keinginan JAI Bangka.
"Pernyataan bupati yang disampaikan kepada massa itu adalah pernyataan yang sepihak bukan sebuah kesepakatan. Karena sejak dalam dialog kami sudah menegaskan bahwa waktu satu minggu itu adalah waktu untuk berkoordinasi dengan pusat," kata Fitria.
Sebelumnya aksi pengusiran warga Ahmadiyah di Srimenanti berdasarkan surat hasil rapat Pemerintah Kabupaten Bangka soal Jemaat Ahmadiyah. Rapat itu digelar 14 Desember tahun lalu. Dalam lembaran surat hasil rapat yang didapatkan suara.com tertulis ada 82 orang yang menghadiri. Di antaranya dari kalangan Nahdalatul Ulama (NU), FKUB Bangka, Muhammadiyah, MUI, pihak Pemkab Bangka, dan pihak kepolisian. Rapat tidak dihadiri Jemaat Ahmadiyah.
Pertemuan itu menyepakati 4 hal. Di antaranya larangan aktivitas Ahmadiyah di sana. Warga Ahmadiyah pun diminta 'bertaubat' karena dianggap sesat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat