Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama berkomentar soal penyegelan sebuah rumah yang dijadikan tempat ibadah kelompok Ahmadiyah di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Prinsipnya, Ahok mengizinkan mereka beribadah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan belum lama ini telah menyegel sebuah rumah ibadah jemaat Ahmadiyah di Jalan Bukit Duri Tanjakan Batu, RT 02/08, No. 3, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/215) lalu. Ahok menjelaskan tak mempermasalahkan rumah warga dijadikan tempat untuk ibadah. Asalkan mengubah peruntukan di surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Disposisi ke penataan kota, kita telah Rapim-kan (rapat pimpinan). Kita izinkan dia (Ahmadiyah) ubah peruntukan. Jadi boleh rumah diubah peruntukan jadi tempat ibadah," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7/2015).
Hanya saja, di luar kasus penyegalan itu, banyak kelompok yang tidak saling menghormati saat berkegiatan. Mereka ganggu orang lain.
"Soal perselisihan sesat atau nggak sesat itu sesuatu yang berbeda. Kita, negara nggak ikut mencampuri urusan itu. Secara konstitusi nggak mencampuri itu," kata Ahok.
"Prinsip kami semua orang berhak menjalankan kepercayaan masing-masing. Kan di dalam UU diatur kan kepercayaan dari masing-masing ada," Ahok menambahkan.
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, selama ini pemprov DKI Jakarta telah menyegel banyak rumah yang tidak memilili IMB.
"Saya bilang kalau misalnya segel alasannya apa? Saya bilang banyak sekali rumah ibadah di Jakarta juga tidak ada IMB, kenapa nggak disegel? Negara ini tidak didirikan berdasarkan mayoritas minoritas, nggak ada. Negara ini dasarnya konstitusi. Itu aja," jelas Ahok.
Ahok bahkan menegaskan, jemaat Ahmadiyah di Tebet masih bisa melakukan ibadah di rumah yang disegel oleh pemerintah Jaksel tersebut.
"Boleh dong harusnya (beribadah). Kalau dia selisih paham dia nggak menyebarkan saja menurut saya gitu lho, kalau dia (Ahmadiyah) menyebarkan urusannya dengan agama yang kena misalnya MUI atau apa, tapi kalau soal ibadah kan ada haknya dia," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan