Suara.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menggandeng Persatuan Dokter Gigi Indonesia sedang merancang pembuatan Taman Gigi sebagai bagian realisasi program 1.000 taman.
"Taman tersebut akan menjadi fasilitas edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nurchandrani di Bekasi, Minggu (24/1/2016).
Menurut dia, tema Taman Gigi diambil pihaknya karena memiliki keunikan sekaligus objek perhatian bagi masyarakat untuk peduli pada kesehatan gigi.
"Target utama dari taman gigi ini adalah anak-anak yang harus tahu mengenai pentingnya kesehatan gigi dari semenjak dini," katanya.
Pihaknya menetapkan lokasi taman tersebut di Taman Aster, RW014, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.
Nantinya di lokasi itu akan dibuat ikon berbentuk gigi, pernak-pernik kesehatan gigi, nama taman, serta fasilitas bermain anak.
"Persis seperti di Kota Bandung yang di sana terdapat Taman Lansia serta ada pesan untuk masyarakat yang mengunjunginya," katanya.
Pihaknya mengaku bahwa gagasan itu telah memperoleh respon positif dari Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan dapat segera diresmikan keberadaannya.
"Acara launching pada 2 Maret 2016 mendatang sekaligus untuk merayakan hari jadi Kota Bekasi pada 10 Maret 2016," katanya.
Sementara itu, program 1.000 taman yang digagas Pemkot Bekasi merupakan strategi dalam rangka mengejar ketertinggalan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah setempat.
Hingga saat ini target 30 persen RTH sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang di Kota bekasi, baru tercapai 14 persen. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar