Suara.com - Tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan melalui jejaring media sosial Facebook. Kedok penipuan ini dengan gelaran kontes foto.
"Unit 2 Subdit IV Cyber Crime telah menangkap satu orang tersangka perkara penipuan melalui media sosial Facebook dengan cara memasang iklan berjudul 'Lintas Negara Photo Hunting' dengan tema Culture Ethnic Concept," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mudjiono melalui keterangan tertulis, Senin (25/1/2016).
Di kasus itu polisi menetapkan satu tersangka. Dia adalah ER (35). Penangkapan dilakukan di rumah tersangka di Kelurajan Cipambun, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/01/2016) lalu.
Modus penipuan yang dilakukan tersangka yakni dengan cara membuat event pemotretan yang berlokasi di Kuala Lumpurz Malaysia. Dikatakan Mudjiono event tersebut disebarluaskan melalui jejaring media sosial Facebook berjudul Lintas Negara Photo Hunting "Culture Ethnic Concept dengan menampilkan model iklan dengan mencantumkan nomor handphone tersangka.
"Biaya akomodasi sebesar Rp4.500.000 per orang selama dua hari di Kuala Lumpur, Malaysia," katanya.
Kemudian tersangka menjanjikan kepada para Korban menginap di Hotel dan berfoto dengan lima orang model. Di antaranya dua orang model dari Indonesia dan tiga orang model dari Malaysia.
"Korban merasa tertarik dengan iklan tersebut sehingga Korban memesan ticket untuk dua orang warga AS dan DAD lalu mentransfer uang sebesar Rp9.000.000 ke rekening Tersangka di BCA No. 7680297805 an. W.W istri tersangka," kata Mudjiono.
Usai mentransfer sejumlah uang, korban tidak juga berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia. Tersangka beralasan jika agenda acara tersebut telah dibatalkan
"Korban meminta uangnya dikembalikan namun Tersangka tidak bisa dihubungi lagi. Disamping korban masih ada 12 orang lagi yang telah mendaftarkan kepada tersangka," katanya.
Selain itu, polisi juga telah menyita beberapa barang bukti berupa handphone merk Samsung Duos warna putih, dan kartu ATM BCA yang digunakan tersangka untuk menarik uang di ATM. Menurut Mudjiono, pihaknya pun masih melakukan pengembangan dan masih mencari keterangan dari korban lainnya
"Perkara ini masih dalam perkembangan untuk mencari dan menemukan alat bukti maupun Korban-korban lainnya," kata dia.
Atas perbuataanya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45 (1) UU RI No. 11 Tahun 2008 tentag UU ITE ancaman pidana 6 tahun dan atau denda Rp1 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek