Suara.com - Rabu (6/5/2015) malam sekitar jam 20.00 WIB, anggota Polda Metro Jaya menggerebek rumah di Jalan Kenanga, Kavling 44, RT 7/2, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang diduga dijadikan tempat praktek penipuan melalui jaringan internet menyangkut perdagangan manusia.
Dari lokasi tersebut, polisi menangkap sebanyak 33 warga negara Cina, satu di antaranya yang bernama Siau Pei meninggal dunia karena jatuh saat akan mencoba kabur.
Kepala Sub Direktorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metrojaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, Kamis (7/5/2015), menjelaskan dari 33 orang yang ditangkap, terdiri dari 14 perempuan dan 19 lelaki.
"Orang-orang ini pakai cyber online dengan target warga negara Tiongkok yang ada di Tiongkok juga," kata Herry.
Dari lokasi, polisi juga menyita barang bukti, di antaranya tujuh unit laptop, 14 unit ipad, 54 unit HP, 64 unit ponsel, 15 kalkulator, 36 unit port interface, modem, satu unit printer, delapan unit HT, dan 14 kartu pengenal.
Mereka juga diduga melakukan pelanggaran keimigrasian untuk bisa masuk ke Indonesia. Saat ini, kata Herry, Polda Metro masih berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kedutaan Cina, dan Subdit Cyber Bareskrim Polri. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Berita Terkait
-
Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan
-
Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno
-
Markas Besar Sindikat Penipuan Online Internasional Digerebek Polisi di Sleman, Begini Lokasinya!
-
Lindungi Diri di Media Sosial: Panduan Praktis Menghindari Penipuan
-
Waspada Perbudakan Digital, UPNVJRUPP Gelar Pelatihan untuk Anak Muda
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura