Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu [suara.com/Oke Atmaja]
Suara.com - Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu terhadap tenaga ahlinya Dita Aditya (27) semakin hangat diperbincangkan. Pasalnya, mencuatnya kasus ini dinilai bermuatan politis.
Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri angkat bicara terkait terseretnya salah satu kader partai PDIP tersebut. Pernyataan Megawati, diungkapkan politisi PDIP Trimedya Panjaitan. Mega kata Trimedya, meminta kepada fraksi PDIP yang ada di DPR untuk terus mengawal kasus ini.
"Ibu (Mega) minta soal Masinton dikawal dan diluruskan sesuai prosedur yang ada," ujar Trimedya di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Trimedya menuturkan, permintaan pengawalan terhadap Masinton hanya disampaikan secara lisan. "Secara tertulis tidak ada tapi dalam rapat fraksi iyalah."ucapnya.
PDIP, kata Trimedya, mengusulkan agar kasus ini diselesaikan secara damai dengan berembung lalu bermusyawarah. Usulan damai dianggap tepat karena penganiayaan yang dilaporkan Dita, bukan dilakukan Masinton melainkan dilakukan stafnya Abraham Leo Tanditasik atau Abe.
"Bukan dia yang melakukan tapi stafnya. Pasti PDIP akan melakukan Bantuan Hukum. Soal ini kan bukan perkara korupsi," tandasnya.
Komentar
Berita Terkait
-
PDIP Rombak Anggotanya di DPR, 15 Legislator Pindah Komisi
-
19 Desa Terisolasi, Tanggap Darurat Tapanuli Tengah Diperpanjang 14 Hari
-
Cecar Kepala BGN di Rapat Soal MBG, Legislator PDIP: Tugas Kami Memang Menggonggong
-
Ibu-ibu di Sumut Lebam Dihajar Sekuriti Toba Pulp Lestari, PDIP Ancam Bentuk Pansus Agraria
-
DPRD Dorong Pasar Jaya Bangun Hunian di Atas Pasar untuk Atasi Krisis Perumahan Jakarta
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati