- Fraksi PDIP DPR RI berjanji akan mengusut tuntas konflik lahan di Sihaporas dan Dairi, Sumatera Utara
- Ditemukan adanya bukti kekerasan fisik terhadap warga, di mana sekuriti perusahaan menggunakan perlengkapan mirip aparat kepolisian
- DPR RI berencana membentuk Pansus Reforma Agraria untuk menangani masalah ini secara komprehensif
Suara.com - Gedung Parlemen Senayan memanas saat jeritan warga adat dari Sihaporas dan Dairi, Sumatera Utara, akhirnya sampai ke telinga wakil rakyat. Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI bereaksi keras dan menjamin akan turun tangan langsung untuk mengusut tuntas konflik lahan yang diwarnai kekerasan dan dugaan perusakan lingkungan oleh korporasi.
Kisah pilu ini dibeberkan langsung oleh warga dalam audiensi di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (29/9/2025).
Anggota Fraksi PDIP, Bane Raja Manalu, tak bisa menyembunyikan kemarahannya setelah mendengar kesaksian langsung dan melihat bukti kekerasan yang dialami masyarakat Sihaporas saat berkonflik dengan perusahaan bubur kertas, PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Bukan hanya kehilangan tanah warisan leluhur, warga juga harus menghadapi intimidasi fisik yang brutal.
"Ada ibu-ibu yang saya temui langsung, badannya lebam-lebam kena pukul. Motivasi mereka bukan untuk kaya raya, tetapi untuk hidup di atas tanah yang mereka miliki turun-temurun,” ungkap Bane sebagaimana dilansir Antara.
Yang lebih mengejutkan, Bane menyoroti penampilan aparat keamanan perusahaan yang sengaja dibuat menyerupai aparat penegak hukum resmi. Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya niat buruk sejak awal untuk melakukan tindakan represif, bukan dialog damai.
“Saya pertama kali melihat videonya, saya kira polisi. Tapi ternyata pihak keamanan perusahaan datang lengkap dengan tameng pengaman. Artinya mereka sejak awal punya intensi berbeda,” tegasnya.
Persoalan serupa juga terjadi di Dairi, di mana PT Gruti diduga beroperasi dan merusak lingkungan tanpa mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang sah. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR, Dony Maryadi Oekon, memberikan ultimatum yang tak main-main.
Menurut Dony, jika sebuah perusahaan terbukti tidak memiliki Amdal, maka tidak ada alasan untuk membiarkannya terus beroperasi. Tindakan tegas harus segera diambil.
Baca Juga: Kronologi Mencekam Sekuriti-Pekerja Toba Pulp Lestari Serbu Warga Adat Sihaporas, Ibu-ibu Dipukuli
"Kalau memang betul tidak ada Amdal-nya, ya memang itu harus kita segel, harus kita tutup. Bukan mencabut izin, karena memang kalau tidak ada amdal izinnya tidak keluar,” kata Dony.
Rentetan konflik agraria yang tak kunjung usai di berbagai daerah ini mendorong DPR RI untuk mengambil langkah strategis. Rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait Reforma Agraria kini menjadi prioritas. Dony memastikan bahwa kasus di Sihaporas dan Dairi akan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam Pansus tersebut.
“Ini memang masalah lintas sektor, dan hari ini begitu masuk, ini menjadi kewajiban kita untuk memperjuangkan," pungkasnya, menandakan komitmen penuh parlemen untuk melawan praktik perampasan tanah dan perusakan lingkungan.
Berita Terkait
-
Puan Maharani Tanggapi Dingin Manuver Politik Jokowi untuk Prabowo-Gibran 2 Periode
-
Hasto PDIP Optimis Lahirnya Petani Muda di Tengah Krisis Pangan dan Soroti Petani Tanpa Lahan
-
Hari Tani Nasional 2025: PDIP Desak Kedaulatan Pangan, Petani Harus Jadi Tuan Rumah
-
DPRD Dorong Pasar Jaya Bangun Hunian di Atas Pasar untuk Atasi Krisis Perumahan Jakarta
-
Istilah 'Ibu Kota Politik' IKN Bikin Bingung, PDIP Minta Penjelasan Pemerintah
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital