Suara.com - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan selamatkan nama baik Indonesia di kancah Thailand Masters Grand Prix Gold 2016. Hal itu setelah pasangan peringkat dua dunia ini tampil sebagai yang terbaik di final ganda putra, Sabtu (13/2/2016).
Tampil di Nimibutr, Stadium, Bangkok, Hendra/Ahsan menang rubber-game atas pasangan Korea Selatan, Kim Gi Jung/Kim Sa Rang, 12-21, 21-15, 21-12. Kemenangan ini sekaligus mempertajam rekor pertemuan Hendra/Ahsan dengan duo Kim itu menjadi 6-2.
Laga antara kedua pasangan ini jadi final ideal mengingat masing-masing merupakan unggulan pertama dan kedua pada kejuaraan yang berhadiah total 120 ribu dolar AS (sekitar Rp1,6 miliar) ini. Tak heran jika pertandingan pun berjalan ketat.
Di game pertama, Hendra/Ahsan tampak belum "panas" dengan sering mati langkah tatkala menghadapi bola-bola di depan net. Alhasil, keduanya pun harus merelakan game ini jadi milik pasangan peringkat tujuh dunia itu.
Di game kedua, Hendra/Ahsan langsung berupaya mengendalikan permainan dan tak membiarkan Kim/Kim mengembangkan permainan. Usaha ini berhasil, serangan-serangan Hendra/Ahsan seringkali gagal dikembalikan dengan baik oleh Kim/Kim hingga pasangan Indonesia ini balik unggul 21-15.
Pada game penentuan, Kim/Kim masih tak mampu keluar dari tekanan. Seringkali pasangan ini membuat kesalahan beruntun. Dan titel pun jadi milik Hendra/Ahsan yang sekaligus jadi gelar pertama pasangan ini di tahun 2016.
“Kami merasa lawan menerapkan pola main yang tidak mengenakkan buat kami di game pertama. Kami juga tidak mau ambil inisiatif lebih dulu. Di game ketiga, kami memaksa lawan untuk mengikuti pola main kami, jadi mereka sulit berkembang. Kim/Kim lebih banyak mengatur permainan ketimbang Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol,” beber Ahsan.
“Kim/Kim sebetulnya lawan yang cukup bagus, pukulan mereka komplet. Pertahanan dan serangan bagus. Di awal-awal, tempo permainan kami terlalu lambat, lalu kami meningkatkan kecepatan sehingga bisa mengontrol lawan,” tambah Hendra. (Humas PBSI)
Hasil Lengkap Thailand Masters Grand Prix Gold 2016
Tunggal Putra
1-Lee Hyun Il (Korsel) vs 3-Hu Yun (Hong Kong)
21-18, 21-19
Tunggal Putri
2-Rachanok Intanon (Thailand) vs 4-Sun Yu (Cina)
21-19, 18-21, 21-17
Ganda Putra
1-Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia) vs 2-Kim Gi Jung/Kim Sa Rang (Korsel)
12-21, 21-15, 21-12
Ganda Putri
3-Tian Qing/Zhao Yunlei (Cina) vs 5-Tang Yuanting/Yu Yang (Cina)
11-21, 21-12, 23-21
Ganda Campuran
Zheng Siwei/Chen Qingchen (Cina) vs 7-Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia)
21-17, 21-15
*Ket: Angka di depan nama merupakan nomor unggulan di ajang ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi