Suara.com - Negara bagian di Utara India, New Delhi terjadi kerusuhan. Ribuan tentara diturunkan untuk menjaga kota itu.
Kota berpenduduk 20 juta orang itu rusuh lantaran pasokan air di sana berkurang. Kelompok kasta Jats, Haryana menuntut negara yang tidak bisa memberikan pelayanan publik.
Pasokan air yang berkurang itu lantaran India dilanda krisis air. Delhi mengalami krisis air terbesar. Pemerintah memutuskan menutup sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk mengani krisis di Haryana. Ini dilakukan Pemerintah Haryana untuk memastikan bahwa pasokan air Delhi tidak terpengaruh.
Delhi memang mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat besar. Bahkan menyalip Cina dalam 10 tahun terakhir. Selain itu urbanisasi di Delhi sangat tinggi. Ini menekan dampak kekeringan di sana.
"Tidak ada air yang tersedia saat ini. Masih ada harapan untuk mendapatkannya," kata pejabat kementerian, Manish Sisodia, Minggu (21/2/2016).
Pendemo di sana memblokir jalan-jalan dan stasiun. Mereka juga mensabotase pabrik pengolahan air di Delhi.
Bahkan Maruti Suzuki India Ltd, produsen mobil terbesar India menghentikan operasi di pabrik di negara bagian setelah protes terganggu pasokan beberapa komponen. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
-
Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong