Suara.com - Sembilan orang tewas dan lima orang lagi cedera setelah satu truk milik Organisasi Jalan Raya Perbatasan India (BRO) keluar dari jalan dan jatuh ke jurang dalam di Kashmir yang dikuasai India, kata pejabat, Minggu (14/2/2016).
Kecelakaan itu terjadi pada Sabtu larut malam di daerah kabupaten pegunungan Ramban di Banihal, sekitar 163 kilometer di sebelah selatan Srinagar, Ibu Kota Musim Panas Kashmir yang dikuasai India.
"Sembilan buruh meninggal dan lima orang lagi cedera ketika satu kendaraan Reserve Engineering Force (GREF) milik BRO yang membawa mereka jatuh ke jurang dalam," kata seorang pejabat senior.
"Lima pekerja meninggal di tempat sedangkan empat orang lagi yang cedera parah belakangan menyerah pada luka-luka mereka dalam perjalanan di Rumah Sakit Institut Ilmu Medis Sher-I-Kashmir di Srinagar," kata pejabat tersebut.
Tak lama setelah kecelakaan itu, para pejabat polisi dan warga setempat bergegas ke lokasi kecelakaan untuk menyelamatkan korban yang cedera dan mengeluarkan korban yang tewas dari jurang tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Senin (15/2/2016).
Beberapa pejabat mengatakan kendaraan naas itu sedang membawa pekerja pulang ke tempat penginapan mereka.
Penyebab kecelakaan tersebut belum diketahui, kata beberapa pejabat polisi.
Namun, penyelidikan awal yang dilakukan oleh polisi menunjukkan pengemudi kendaraan itu kehilangan kendali sewaktu ia menghadapi tikungan tajam.
BRO sedang membuat jalan dan terowongan di wilayah tersebut.
Sementara itu, tak kurang dari 10 orang tewas ketika satu trailer menabrak sekelompok orang yang sedang mengikuti kegiatan agama Hindu di Negara Bagian Jharkhanrd di India Tengah pada Ahad malam, kata polisi.
Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di India, kebanyakan disebabkan oleh kelebihan penumpang, kondisi jalan yang jelek dan pengemudi yang ugal-ugalan. (Antara)
Berita Terkait
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Impor Pikap India Belum Cukup dan Agrinas Impor Lagi dari China untuk Kopdes Merah Putih
-
Meski Diprotes, Truk dan Pikap India Disalurkan Bertahap ke Kopdes Merah Putih
-
Pikap India Sudah Terlanjur Diimpor, Tetap Disalurkan ke Kopdes Merah Putih
-
Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus
-
Pimpin Revitalisasi Kawasan, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua
-
TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon