Suara.com - Bagaimana kulit kabel bisa menumpuk di selokan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, masih misterius sampai hari ini.
Kasus tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya. Polda Metro, bahkan sampai membentuk tim khusus untuk mengungkap siapa yang menyumbat saluran air itu. Keberadaan sampah ini juga sempat dicurigai sebagai upaya sabotase agar Jakarta banjir terus.
Di lapangan, hari ini, belasan anggota Komando Pasukan Katak TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk menyusuri gorong-gorong di Jalan Merdeka Utara. Untuk mencari apakah masih ada sampah kabel atau tidak.
Ada 12 anggota yang diturunkan, mereka terbagi menjadi beberapa tim. Ada tim yang masuk ke gorong-gorong lewat saluran penghubung Jalan Abdul Muis, ada juga yang lewat saluran air depan Graha Berdikari di Jalan Medan Merdeka Utara.
Di dalam gorong-gorong, mereka tidak menemukan tumpukan bekas kabel lagi, tetapi banyak lumpur keras di sana. Lumpur ditemukan hampir di semua gorong-gorong sehingga menghambat aliran air. Pemandangan lumpur yang paling parah ialah yang mengarah ke Istana Negara.
Gara-gara lumpur itu pula, pasukan katak tidak dapat meneruskan penelusuran. Mereka keluar lagi di depan gedung Graha Berdikari.
"Itu keluar depan Istana karena yang ke arah Istana mentok ada lumpur sangat keras, Sudah ditutupi sekitar 80 persen, makanya kami naik tidak bisa ke sana lagi," kata seorang anggota pasukan katak di di Jalan Medan Merdeka Utara.
Salah satu anggota pasukan mengungkapkan di dalam gorong-gorong tadi hanya bisa bergerak dengan merayap karena saking banyaknya lumpur yang mengeras.
"Benda asing belum terlihat ada, cuma sampah sama lumpur tebal yang terlihat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil