- Pemerintah Iran mewajibkan setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk memperoleh izin resmi dari otoritas setempat.
- Kapal wajib mengikuti panduan melalui email serta mematuhi rute pelayaran yang telah ditentukan oleh pemerintah Iran.
- Kebijakan ini diumumkan Press TV pada 6 Mei 2026 sebagai upaya pengawasan dan pengendalian lalu lintas maritim.
Suara.com - Pemerintah Iran memperkenalkan mekanisme baru bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan mewajibkan izin dari otoritas setempat. Kebijakan ini dilaporkan oleh Press TV pada Selasa (6/5/2026).
Dalam aturan tersebut, kapal yang hendak melintas akan terlebih dahulu menerima email dari Persian Gulf Strait Authority yang berisi panduan serta ketentuan transit.
Setelah itu, kapal harus mengajukan permohonan izin resmi sebelum dapat melewati jalur strategis tersebut.
Usai proses pengajuan, kapal diwajibkan memperoleh persetujuan dari otoritas terkait agar dapat melanjutkan pelayaran melalui kawasan tersebut.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam telah menegaskan bahwa seluruh pergerakan kapal sipil maupun komersial di Selat Hormuz harus mengikuti rute yang telah ditentukan.
Selain itu, IRGC juga menyebut bahwa setiap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut wajib dikoordinasikan dengan pemerintah Iran sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian lalu lintas maritim.
(Antara)
Berita Terkait
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Ditolak Masuk Kanada, Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Jika FIFA Tak Beri Garansi Keamanan
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
6 Fakta Penting Hantavirus, Virus Menular yang Mewabah di Kapal Pesiar Mewah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri