News / Internasional
Kamis, 03 Maret 2016 | 16:42 WIB
Mumi Manfred Fritz Bajorat di atas perahu layar Sayo. (Kepolisian Barobo, Filipina)

Suara.com - Ada perkembangan terbaru yang mengejutkan dalam kasus penemuan jenazah pelaut Jerman di lepas pantai Filipina beberapa hari lalu. Jenazah yang ditemukan dalam keadaan sudah menjadi mumi dalam perahu layar tersebut ternyata baru meninggal sepekan sebelumnya.

Menurut hasil autopsi yang dilakukan otoritas Filipina, diketahui bahwa Manfred Fritz Bajorat, si pelaut, ternyata baru meninggal dunia sepekan sebelum ditemukan. Manfred, yang ditemukan dalam keadaan terduduk di kursinya itu, diyakini meninggal dunia karena serangan jantung.

"Penyebab kematian adalah myocardial infarction akut berdasarkan autopsi oleh laboratorium kriminal regional," kata juru bicara kepolisian nasional Wilber Mayor.

"Warga negara Jerman ini diperkirakan telah meninggal selama kurang lebih tujuh hari," tambahnya.

Polisi mengetahui identitas sang pelaut dari dokumen-dokumen yang ditemukan di perahu layar tersebut. Namun, mereka tidak mengetahui ke mana tujuan pelayaran maupun di mana ia mengangkat jangkar.

BACA JUGA: 

Pemulung Ungkap Kejamnya Anak Buah Penguasa Kalijodo


Lansiran Dailymail, Manfred meninggalkan Jerman dua dekade silam dan menghabiskan 20 tahun terakhir hidupnya berkeliling dunia. Awalnya ia berlayar bersama sang istri, Claudia. Namun, semenjak bercerai beberapa tahun silam, ia berlayar sendirian.

Kepolisian di Barobo, kota di pesisir Pulau Mindanau, tak jauh dari lokasi penemuan kapal dan jenazah Manfred, mengatakan bahwa saat ini Kedutaan Besar Jerman tengah mengatur kedatangan seorang kerabat Manfred ke Filipina.

"Ternyata ia punya seorang putri yang tinggal di Jerman dan kedutaan akan mendatangkannya ke sini untuk mengidentifikasi jenazah tersebut," kata kepala polisi Barobo, Inspektur Kepala Dominador Plaza.

Sebelumnya, polisi sempat menggelar penyelidikan untuk mencari tahu apakah Manfred adalah korban kejahatan. Namun, penyelidikan dihentikan setelah ada hasil autopsi yang menunjukkan hasil sebaliknya.

Manfred dan perahu layarnya ditemukan di perairan yang berjarak sekitar 100 kilometer di lepas pantai Barobo. Perahu tersebut ditemukan oleh seorang nelayan.

Lalu, mengapa jenazah Manfred sudah menjadi mumi padahal dirinya baru meninggal selama sepekan. Mengutip keterangan pakar forensik, surat kabar Jerman, BILD, menyebut bahwa kombinasi antara udara laut yang kering dan mengandung garam dapat mempercepat proses perubahan jenazah menjadi mumi.  

Dalam sebuah dokumen yang difoto oleh polisi, ada indikasi bahwa perahu layar Manfred pernah mendapat izin dari kepolisian maritim di Sao Vicente pada tahun 2013. (Dailymail)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Pakai Waze, Tentara Israel Kesasar, Nyaris Mati di Kamp Palestina

Ini Bahayanya Gunakan Koran untuk Bungkus Makanan

Awal Munculnya Misteri Kulit Kabel Bertruk-truk di Gorong-gorong

Cek Saldo, Tarik Tunai di ATM BCA Akan Dikenakan Biaya

Load More