Suara.com - Ada perkembangan terbaru yang mengejutkan dalam kasus penemuan jenazah pelaut Jerman di lepas pantai Filipina beberapa hari lalu. Jenazah yang ditemukan dalam keadaan sudah menjadi mumi dalam perahu layar tersebut ternyata baru meninggal sepekan sebelumnya.
Menurut hasil autopsi yang dilakukan otoritas Filipina, diketahui bahwa Manfred Fritz Bajorat, si pelaut, ternyata baru meninggal dunia sepekan sebelum ditemukan. Manfred, yang ditemukan dalam keadaan terduduk di kursinya itu, diyakini meninggal dunia karena serangan jantung.
"Penyebab kematian adalah myocardial infarction akut berdasarkan autopsi oleh laboratorium kriminal regional," kata juru bicara kepolisian nasional Wilber Mayor.
"Warga negara Jerman ini diperkirakan telah meninggal selama kurang lebih tujuh hari," tambahnya.
Polisi mengetahui identitas sang pelaut dari dokumen-dokumen yang ditemukan di perahu layar tersebut. Namun, mereka tidak mengetahui ke mana tujuan pelayaran maupun di mana ia mengangkat jangkar.
BACA JUGA:
Pemulung Ungkap Kejamnya Anak Buah Penguasa Kalijodo
Lansiran Dailymail, Manfred meninggalkan Jerman dua dekade silam dan menghabiskan 20 tahun terakhir hidupnya berkeliling dunia. Awalnya ia berlayar bersama sang istri, Claudia. Namun, semenjak bercerai beberapa tahun silam, ia berlayar sendirian.
Kepolisian di Barobo, kota di pesisir Pulau Mindanau, tak jauh dari lokasi penemuan kapal dan jenazah Manfred, mengatakan bahwa saat ini Kedutaan Besar Jerman tengah mengatur kedatangan seorang kerabat Manfred ke Filipina.
"Ternyata ia punya seorang putri yang tinggal di Jerman dan kedutaan akan mendatangkannya ke sini untuk mengidentifikasi jenazah tersebut," kata kepala polisi Barobo, Inspektur Kepala Dominador Plaza.
Sebelumnya, polisi sempat menggelar penyelidikan untuk mencari tahu apakah Manfred adalah korban kejahatan. Namun, penyelidikan dihentikan setelah ada hasil autopsi yang menunjukkan hasil sebaliknya.
Manfred dan perahu layarnya ditemukan di perairan yang berjarak sekitar 100 kilometer di lepas pantai Barobo. Perahu tersebut ditemukan oleh seorang nelayan.
Lalu, mengapa jenazah Manfred sudah menjadi mumi padahal dirinya baru meninggal selama sepekan. Mengutip keterangan pakar forensik, surat kabar Jerman, BILD, menyebut bahwa kombinasi antara udara laut yang kering dan mengandung garam dapat mempercepat proses perubahan jenazah menjadi mumi.
Dalam sebuah dokumen yang difoto oleh polisi, ada indikasi bahwa perahu layar Manfred pernah mendapat izin dari kepolisian maritim di Sao Vicente pada tahun 2013. (Dailymail)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Pakai Waze, Tentara Israel Kesasar, Nyaris Mati di Kamp Palestina
Ini Bahayanya Gunakan Koran untuk Bungkus Makanan
Awal Munculnya Misteri Kulit Kabel Bertruk-truk di Gorong-gorong
Tag
Berita Terkait
-
Mumi Guanajuato di Meksiko Diduga Mengandung Jamur Aktif Berbahaya
-
Penemuan Fosil Dinosaurus Paling Akurat Ungkap Wujud Asli Edmontosaurus 66 Juta Tahun Lalu
-
Bongkar Misteri Bashiri: Mumi Mesir yang Tak Berani Dibuka Arkeolog
-
Teknologi Laser Ungkap Pola Tersembunyi di Tato Mumi Berusia 1200 Tahun
-
Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional