Sekjen KPAI Erlinda. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) berlangsung pada hari ini, Rabu (9/3/2016) di sebagian wilayah Indonesia.
Sejumlah warga pun tampak antusias menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total termasuk Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda.
Erlinda pun sengaja mengajak kedua putranya, untuk ikut menyaksikan gerhana matahari total melalui teleskop dan kacamata khusus yang disediakan Planetarium. Menurutnya mengajak kedua putranya merupakan sebuah bentuk edukasi kepada anak-anak.
"Saya sama keluarga memang spesial ingin nonton Gerhana Matahari Total, saya ingin memberikan edukasi tentang kebesaran Tuhan dan ingin menunjukkan pesan moral melalui fenomena alam kepada anak-anak,"ujar Erlinda di Planetarium, Jakarta, Rabu (9/2/2016).
Sebelumnya Erlinda akan menyaksikan GMT bersama kedua anaknya di Palembang, namun niat tersebut diurungkan karena mengingat waktu bersamaan dengan ujian sekolah kedua putranya.
"Kemarin sudah beli tiket ke Palembang, tetapi karena anak-anak ada ujian jadi nggak jadi nonton gerhana matahari total di sana, kita putuskan nonton di Planetarium karena dekat," katanya.
Lebih lanjut dirinya mengaku kehabisan mendapatkan kacamata khusus untuk melihat Gerhana Matahari Total.
"Kita kehabisan, jadi cuma dapat satu jadi nanti gantian sama anak-anak. Enggak apa apa yang penting anak-anak bisa lihat, walaupun cuma dapat satu kacamata,"ungkap Erlinda.
Komentar
Berita Terkait
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Chicago The Musical: Angkat Politik Citra, Uang, dan Kekuasaan ke Panggung Jakarta
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Jadi Magnet Liburan, Puluhan Ribu Pengunjung Serbu Planetarium TIM Selama Libur Nataru
-
Pengelola Planetarium Peringatkan Bahaya Jastip Tiket, Data Pribadi Terancam dan Tiket Bisa Batal
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi