- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berencana meningkatkan pengembangan teknologi Planetarium Jakarta agar lebih prestisius.
- Rencana pemutakhiran fasilitas edukasi astronomi di Taman Ismail Marzuki ini disampaikan pada Selasa, 3 Februari 2026.
- Planetarium telah diaktifkan kembali sejak 23 Desember 2025 dengan integrasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membeberkan rencana besarnya untuk membawa pengembangan teknologi Planetarium Jakarta ke level yang lebih prestisius.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh orang nomor dua di Jakarta itu saat ditemui awak media di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/2/2026).
Rano menjelaskan bahwa saat ini dirinya tengah merancang sebuah konsep besar guna memutakhirkan fasilitas edukasi astronomi yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki tersebut.
"Yang sekarang saya sedang bantu konsep, yaitu bagaimana Planetarium mempunyai taraf yang lebih tinggi daripada yang sekarang," ujarnya.
Mantan pemeran "Si Doel" ini rupanya memiliki standar yang sangat tinggi dalam melakukan revitalisasi teknologi di pusat simulasi langit tersebut.
Ia tidak ragu membandingkan visi pengembangan Planetarium Jakarta dengan fasilitas serupa yang berada di pusat hiburan dunia, Las Vegas, Amerika Serikat.
"Kalau di Vegas itu, luar biasa yang namanya Planetarium itu," kata Rano Karno menambahkan.
Rano meyakini bahwa dengan konsep yang matang, fasilitas milik Pemprov DKI ini akan mampu bersaing di kancah internasional secara kualitas.
"Nanti sudah ke sana tingkatannya," tegas politisi PDIP tersebut.
Baca Juga: Jadi Magnet Liburan, Puluhan Ribu Pengunjung Serbu Planetarium TIM Selama Libur Nataru
Langkah ini sendiri merupakan kelanjutan dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menghidupkan kembali ikon wisata edukasi yang sempat terbengkalai itu.
Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mengaktifkan kembali Planetarium Jakarta sejak tanggal 23 Desember 2025 lalu.
Pengaktifan ini menjadi angin segar bagi warga Jakarta, mengingat fasilitas tersebut sempat berhenti beroperasi total sejak tahun 2020 akibat kerusakan komponen.
Kini, Planetarium pun sudah hadir dengan wajah baru yang lebih modern berkat integrasi teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Penerapan teknologi AI ini memungkinkan adanya interaksi dua arah secara langsung antara sistem simulasi astronomi dengan para pengunjung yang datang.
Berita Terkait
-
Naturalisasi Bukan Jalur Instan! Mauricio Souza Tegaskan Pemain Anyar Persija Harus Adu Kualitas
-
Pelatih Persija Temukan Potensi Luar Biasa dari Pemain Keturunan Rp10,43 Miliar
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Melihat Wajah Baru Pasar Kombongan Usai Direvitalisasi
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
Terkini
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika